Senin , 19 Mei 2008 , 17:59:22 wib
Tolak Kenaikan BBM, Sita Harta Koruptor
Erwin Adriansyah
Tuntutannya, menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menangkap, mengadili, dan menyita harta para koruptor, serta memberlakukan pajak progresif.
Aksi itu diawali dengan orasi di depan Unswagati, Jalan Pemuda. Di lokasi itu, para pengunjuk rasa sempat melakukan aksi bakar ban yang berakibat terganggunya arus lalu lintas. Untungnya, aparat segera bertindakmengamankan situasi dan kelancaran arus lalu lintas.
Selanjutnya sambil berjalan beriringan dan membentangkan spanduk bertuliskan penolakan kenaikan BBM, para pengunjuk rasa bergerak ke Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini Kota Cirebon.
Sekitar pukul 11.00, pengunjuk rasa berjalan menuju Balaikota Cirebon. Di tempat ini, mereka kembali melakukan aksi bakar ban. Tanpa diduga para mahasiswa melompati pagar Balaikota dan memasuki areal kantor Pemerintah Kota Cirebon.
Di komplek bangunan bersejarah ini, para mahasiswa ingin bertemu dengan Walikota Cirebon, Subardi. Namun, Subardi tidak berada di tempat. Di Balaikota massa kembali dihadang polisi yang langsung dikomandoi Kapolres Kota Cirebon AKBP Mashudi.
Shandi, seorang pengunjuk rasa mengatakan, kenaikan BBM dapat menyengsarakan rakyat. Mayazhar, pengunjuk rasa lainnya, mengharapkan pemerintah berpihak kepada rakyat dengan tidak menaikkanharga BBM. (nip)
Sumber : TRIBUN JABAR












