GeMSos Cirebon

KEBEBASAN, KEADILAN, KESETARAAN, DEMOKRASI, SOLIDARITAS

Arsip untuk ‘PRESS RELEASE’ Kategori

Pemudik Disambut Spanduk Selamat Datang Di Kota Terkorup

Posted by GeMSos pada September 19, 2011

LEMAHWUNGKUK – Ada pemandangan lain di libur lebaran tahun ini. Sebuah spanduk putih sepanjang 8 meter bertuliskan ‘Selamat Datang Kota Terkorup se Indonesia’, terlihat di pertigaan Kalijaga. Seolah menyambut para pemudik yang tengah memadati jalur pantura di arus balik kembali ke ibu kota, dan pengguna jalan lainya.

Selain ucapan selamat, tertulis identitas lembaga yang memasang, yaitu Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos). Ketua DPK Gemsos Unswagati Kurniawan mengatakan, dipasangnya spanduk tersebut sebagai bentuk sindiran terhadap kondisi Kota Cirebon.

“Supaya masyarakat luas tahu bahwa saat ini kota Cirebon adalah kota ke dua terkorup se Indonesia menurut hasil Survey TII tahun 2010,” ujarnya, kemarin.

Setidaknya, kata dia, spanduk itu bisa menjadi perhatian publik, bahwa sampai saat ini masih banyak proses hukum pemberantasan korupsi di Kota Cirebon yang menggantung, satu diantaranya APBD Gate. Ini juga menjadi teguran bagi seluruh pemangku kebijakan di kota, baik pemerintah kota, pimpinan OPD, BUMD sampai ke penegak hukum. Kemudian spanduk dipasang di pertigaan Kalijaga, karena tempatnya dianggap paling strategis.

“Korupsi di kota Cirebon harus diberantas tuntas. Kejaksaan, kepolisian dan penegak hukum lainnya harus benar-benar konsisten dalam upaya supremasi hukum pemberantasan korupsi, tak peduli siapa yang diusut. Mau kepala daerah sekalipun, jika dia terbukti korup, ya harus diproses hukum,” paparnya dihubungi Radar Cirebon (grup JPNN) melalui sambungan telepon.

Ia mengharapkan semua pihak dapat merespon aksi ini dengan bijak, demi terbebasnya kota Cirebon dari para koruptor dan kroninya. “Mungkin kalau prestasi kota Cirebon baik dalam pemberantasan korupsi, kami akan menulis selamat datang di kota bersih dari korupsi,” terang Kurniawan.

Sementara Tori (38),w arga Karanganom Lemahwungkuk menduga pemasangan spanduk dilakukan malam hari, karena sehari sebelumnya tidak terlihat. “Saya sendiri baru lihat pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIB,” kata abang becak yang biasa mangkal di pertigaan Kalijaga ini.

Sebagai warga Cirebon, ia menilai spanduk tersebut akan membawa dampak nama Kota Cirebon semakin jelek. “Sekalipun ia kota ini kota terkorup, tapi kalau sampai seperti itu kan jadinya tambah jelek,” ungkapnya kepada Radar dijumpai di lokasi tidak jauh dari pemasangan spanduk. (hen)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2011/09/06/102072/Pemudik-Disambut-Spanduk-Selamat-Datang-di-Kota-Terkorup-

Ditulis dalam KEGIATAN, PRESS RELEASE, stetment dan pernyataan sikap | Tinggalkan sebuah Komentar »

Tolak Kenaikan BBM, Sita Harta Koruptor

Posted by GeMSos pada Mei 19, 2008

Senin , 19 Mei 2008 , 17:59:22 wib
Tolak Kenaikan BBM, Sita Harta Koruptor
Erwin Adriansyah

CIREBON, TRIBUN - Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos), Forum Diskusi Mahasiswa (Fordisma) Untag 45, PMII, KAMMI, Somasi, dan Presma Unswagati berunjuk rasa di Balaikota Cirebon, Senin (19/5).

Tuntutannya, menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menangkap, mengadili, dan menyita harta para koruptor, serta memberlakukan pajak progresif.
Aksi itu diawali dengan orasi di depan Unswagati, Jalan Pemuda. Di lokasi itu, para pengunjuk rasa sempat melakukan aksi bakar ban yang berakibat terganggunya arus lalu lintas. Untungnya, aparat segera bertindakmengamankan situasi dan kelancaran arus lalu lintas.
Selanjutnya sambil berjalan beriringan dan membentangkan spanduk bertuliskan penolakan kenaikan BBM, para pengunjuk rasa bergerak ke Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini Kota Cirebon.
Sekitar pukul 11.00, pengunjuk rasa berjalan menuju Balaikota Cirebon. Di tempat ini, mereka kembali melakukan aksi bakar ban. Tanpa diduga para mahasiswa melompati pagar Balaikota dan memasuki areal kantor Pemerintah Kota Cirebon.
Di komplek bangunan bersejarah ini, para mahasiswa ingin bertemu dengan Walikota Cirebon, Subardi. Namun, Subardi tidak berada di tempat. Di Balaikota massa kembali dihadang polisi yang langsung dikomandoi Kapolres Kota Cirebon AKBP Mashudi.
Shandi, seorang pengunjuk rasa mengatakan, kenaikan BBM dapat menyengsarakan rakyat. Mayazhar, pengunjuk rasa lainnya, mengharapkan pemerintah berpihak kepada rakyat dengan tidak menaikkanharga BBM. (nip)

Sumber : TRIBUN JABAR

Ditulis dalam PRESS RELEASE | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.