<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>GeMSos Cirebon</title>
	<atom:link href="http://gmscrb.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gmscrb.wordpress.com</link>
	<description>KEBEBASAN, KEADILAN, KESETARAAN, DEMOKRASI, SOLIDARITAS</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Sep 2009 16:32:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='gmscrb.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/47bf101662f068d272c10ff4128d3716?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>GeMSos Cirebon</title>
		<link>http://gmscrb.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>PERAN PEREMPUAN DALAM PERJUANGAN SEJARAH</title>
		<link>http://gmscrb.wordpress.com/2009/09/05/peran-perempuan-dalam-perjuangan-sejarah/</link>
		<comments>http://gmscrb.wordpress.com/2009/09/05/peran-perempuan-dalam-perjuangan-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 16:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gmscrb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gmscrb.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Peran Perempuan dalam Perjuangan Sejarah
Ditulis Oleh Rizky Hadi* 
Sejarah hari perempuan internasional sejatinya tidak dapat terlepas dari peran perempuan dalam memperoleh hak-haknya yang selama ini direnggut oleh system kapitalisme, dimana di system kapitalisme tersebut membuat tidak adanya emansipasi,perbedaan hak antara laki-laki dan perempuan, dan membentuk budaya patriarki. Perjuangan ini secara garis besar menuntut kesetaraan ekonomi, sosial, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=99&subd=gmscrb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2><a title="Permanent Link: Peran Perempuan dalam Perjuangan Sejarah" href="http://kamasanpost.wordpress.com/2008/04/25/peran-perempuan-dalam-perjuangan-sejarah/">Peran Perempuan dalam Perjuangan Sejarah</a></h2>
<p><strong>Ditulis Oleh Rizky Hadi* </strong></p>
<p>Sejarah hari perempuan internasional sejatinya tidak dapat terlepas dari peran perempuan dalam memperoleh hak-haknya yang selama ini direnggut oleh system kapitalisme, dimana di system kapitalisme tersebut membuat tidak adanya emansipasi,perbedaan hak antara laki-laki dan perempuan, dan membentuk budaya patriarki. Perjuangan ini secara garis besar menuntut kesetaraan ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Perjuangan inipun tidak terlepas dari kondisi objektif yang menindas.</p>
<p>Sejarah perayaan perempuan tidaklah hanya eforia kaum perempuan dalam menuntut haknya dan kesetaraannya. Namun sejarah perempuan merupakan perjuangan kaum perempuan dalam merebut haknya yang dirampas.</p>
<p>Tidak ada pembebasan perempuan tanpa sosialisme, dan tidak ada sosialisme tanpa pembebasan perempuan. Gagasan tentang perayaan hari perempuan berkaitan dengan berkembangnya alat-alat produksi atau industri mengalami pergolakan dalam perkembangannya, sehingga represifitas terhadap buruh-buruh tidak terkecuali buruh perempuan, sering kali muncul. Dan ide-ide sosialis melatar belakangi sejarah pergerakan perempuan internasional tersebut.</p>
<p>Bermula pada demonstrasi tanggal 8 Maret 1857 oleh para buruh garment perempuan di New york, Amerika Serikat. Dimana mereka menentang kondisi tempat kerja yang tidak manusiawi dan upah yang rendah. tidak adanya hak cuti haid, dan melahirkan. Aksi tersebut berakhir dengan penyerangan polisi untuk membubarkan demonstran. Dan selang 2 tahun kemudian, dibulan maret para perempuan mendirikan serikat buruh sebagai upaya melindungi diri dan memperjuangkan beberapa hak dasar di tempat kerja.</p>
<p>Di tahun 1907, diadakannya permusyawaratan perempuan sosialis internasional yang pertama. Dimana gagasan tentang kesetaraan perempuan disegala bidang menjadi tema pokok dalam pertemuan itu.</p>
<p>Peringatan hari perempuan pertama kali di gagas oleh gerakan perempuan sosialis amerika serikat bersamaan dengan deklarasi Partai Sosialis AS, pada 28 Februari 1908, dengan demonstrasi besar-besaran menuntut hak pilih, hak berpolitik, dan hak ekonomi bagi perempuan. Dan tanggal 8 Maret 1908, sebanyak 15 ribu perempuan turun sepanjang kota new york dengan tuntutan diberlakukannya jam kerja yang lebih pendek, menuntut hak memilih dalam pemilu, dan menghentikan adanya pekerja di bawah umur. Dengan slogan “roti dan bunga” sebagai perlambang jaminan ekonomi, dan kesejahteraan hidup. Hingga Partai Sosialis AS mencanangkan hari minggu terakhir pada bulan februari untuk memperingati hari perempuan nasional.</p>
<p>Adalah Clara Zetkin, seorang aktivis hak-hak buruh perempuan dari anggota Partai Demokrat Sosialis Jerman, ialah orang yang memprakarsai hari perempuan Internasional. Dengan pidatonya pada Kongres Permusyawaratan Perempuan Sosialis Internasional kedua yang diikuti Partai Sosialis dari berbagai Negara. Dan pada tahun 1910 ia mengeluarkan resolusi untuk memproklamasikan 8 Maret sebagai hari perempuan internasional, dengan latar belakang demonstrasi tanggal 8 Maret 1908 di New York. Usul tersebut disambut hangat oleh 100 orang wakil-wakil organisasi perempuan dari 17 negara yang hadir. Dan untuk pertama kalinya hari perempuan internasional dirayakan di Negara-negara industri, seperti Jerman, Austria, Denmark, Finlandia, Swiss, dan AS, pada tahun 1911.</p>
<p>Penindasan terhadap buruh perempuan kerap kali berlangsung, dan tragedi pada tanggal 25 Maret 1911 menjadi gambaran tentang kondisi perempuan di tempat kerja. Kebakaran di New York yang mengakibatkan 140 buruh perempuan tewas, ini diakibatkan rendahnya jaminan keamanan. Tragedi ini berdampak besar terhadap direvisinya Undang-undang yang memberikan jaminan keamanan</p>
<p>Tahun 1914, di Jerman banyak pergolakan perempuan dalam menentang ancaman Perang Dunia 1, hingga berujung pada penangkapan tokoh perempuan yaitu Rosa Luxemburg. Kematian 2 juta tentara Rusia dalam peperangan, maka perempuan kembali melakukan aksi politik dengan melakukan mogok menuntut “roti dan perdamaian”. dalam aksinya perempuan tetap konsisten dalam memperjuangkan aspirasinya, walaupun para politisi menentang aksi tersebut.</p>
<p>Peran pekerja perempuan dalam menuntut haknya juga dilakukan pada tanggal 8 Maret 1917 di Russia, dibawah pimpinan Alexandra Kollontai, seorang feminis merah, dan buruh di pabrik. Adapun tuntutannya tentang perbaikan nasib dan tuntutan hak pilih bagi perempuan. Pemogokan yang dilakukan pekerja perempuan ini menyulut api perlawanan, sebab diikuti oleh kaum buruh dari pabrik-pabrik lainnya.</p>
<p>Tidak ada perjuangan yang sia-sia, kaum pekerja perempuan menuai hasil dari aksi politik yang ia lakukan di Rusia. selang empat hari kemudian, Tsar turun dari kursi kekuasaan dan pemerintahan sementara mengabulkan tuntutan hak pilih bagi perempuan. turunnya Tsar itu bertepatan dengan tanggal 8 Maret tahun 1917.</p>
<p>Pergolakan perlawanan perempuan semakin marak di belahan dunia, dan perlawanan itu tidak akan pernah berakhir sebelum penindasan kapitalisme masih berlanjut. Pencekalan terhadap memperingati hari perempuan sewaktu masa pemerintahan diktator Soeharto tidak menyurutkan pergolakan masa di saat sekarang.</p>
<p><em>*Penulis adalah anggota PRP Komite Kota Jakarta Raya dan anggota Jaringan Gerakan Mahasiswa (JGM)</em></p>
<p><strong>Perjuangan Sutan Sjahrir</strong></p>
<p>Judul: <em>Pikiran dan Perjuangan Sutan Sjahrir</em>; Penulis: <strong>Sutan Sjahrir</strong>; Editor: Ade Ma&#8217;ruf; Penerbit: Penerbit Jendela; Cetakan/Tahun: I/Juli 2000; Tebal: 194 + viii halaman; Harga Buku: Rp 22.500</p>
<hr size="2" />MENGUTIP pendapat Ben Anderson dalam karyanya, <em>Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance 1944-1945 </em>(Cornell University Press, 1972), Manuel Kaisiepo (<em>Kompas</em> April 1999) pernah menulis bahwa Sjahrir dan para pengikutnya sesungguhnya berada di luar arus utama revolusi. Mereka adalah kelompok intelektual yang teralienasi dari arus bawah, sekalipun pada saat-saat tertentu mampu menggunakan pengaruhnya.</p>
<p>Sebagai sebuah interpretasi atas Sjahrir, pandangan ini merupakan revisi atas pandangan sebelumnya dari karya klasik George McTurnan Kahin dalam <em>Nationalism and Revolution in Indonesia</em> (1952). Kahin mengemukakan bahwa Sjahrir adalah tokoh yang paling berpengaruh, terutama pada hari-hari menjelang Proklamasi Kemerdekaan dan sesudahnya.</p>
<p>Sjahrir, demikian Kahin, adalah arsitek terjadinya pergeseran sistem pemerintahan pada bulan November 1945 dari sistem presidensial menuju parlemener. Dari sini, Kahin memang mengakui bahwa pandangannya lebih banyak dipengaruhi faktor kedekatan dan simpatinya pada tokoh revolusioner Republik Indonesia ini.</p>
<p>Demikianlah, banyak interpretasi atas Sjahrir, tokoh yang sering disebut &#8220;orang ketiga&#8221; setelah Soekarno dan Hatta, dan sebagai orang penting dalam sejarah pergolakan revolusi Indonesia. Bahkan selain Kahin, karya lain yang relatif spesifik membahas Sjahrir, di antaranya adalah Robert J Meyers dalam <em>The Development of Indonesia Socialist Party</em> (1959); Ben Anderson (1972/1977); John Legge, <em>Intelectuals and Nationalism in Indonesia; A Study of The Following Recruited by Sutan Sjahrir in Occupation Jakarta</em> (1988); Lindsay Ray, <em>Sutan Sjahrir and The Failure of Indonesian Socialism</em> (1993), dan-yang terbaru-dari Rudolf Mrazek, <em>Sjahrir: Politics and Exile in Indonesia </em>(Cornell University, 1994).</p>
<p>Mereka itu begitu tertarik mempelajari tokoh pendiri Partai Sosialis Indonesia (PSI) ini. Entah mengapa. Yang pasti, di mata Legge, pemikiran Sjahrir tetap mempunyai makna dalam berbagai interpretasi. Seperti ditulis ulang Manuel Kaisiepo, makna pemikirannya di PSI, misalnya, bukan terletak pada perannya sebagai sebuah organisasi politik, melainkan pada fakta bahwa ia merepresentasikan suatu aliran moral dan politik yang bersumber dari kehidupan bangsa Indonesia. Banyak pikiran Sjahrir yang hingga hari ini masih hidup, dan menunjukkan resistensinya di antara gelombang politik amoral yang tumbuh dan sering mengatasnamakan reformasi ini.</p>
<h3>***</h3>
<p>SEPERTI dalam buku <em>Pikiran dan Perjuangan</em> ini, tampak begitu kuat pikiran Sjahrir menyuarakan kemauan kaum proletar untuk membebaskan diri dari kolonialisme. Dengan mengemukakan secara dalam akan taktik dan strategi perjuangan, Sjahrir berusaha menunjukkan jika gaya perjuangan rakyat Indonesia tak pernah dipengaruhi oleh siapa-siapa, kecuali dengan gaya dan kekhasannya sendiri.</p>
<p>Dan dari sinilah Sjahrir memotret bahwa perjuangan rakyat Indonesia adalah radikal-revolusioner. Dengan tegas ia mengatakan, <em>Perjuangan rakyat kita pada hakikatnya bersifat revolusioner. Hal ini disebabkan tujuan dan alat-alat perjuangan juga revolusioner, serta membutuhkan perubahan prinsipil dari segala sifat kemasyarakatan. Bagaimanapun juga setiap gerakan revolusioner bermaksud memerdekakan masyarakat dari segala tradisi (kebiasaan) lama.</em> (hlm 103-4).</p>
<p>Menurut Sjahrir, politik revolusioner adalah suatu politik yang ditujukan bagi perubahan radikal dan prinsipiil dari struktur masyarakat zaman ini. Politik revolusioner juga menggunakan segala alat perjuangan yang sesuai dengan keadaan masyarakat (hlm 104). Politik yang tidak diselenggarakan secara bernafsu dan terburu-buru, tetapi merupakan hasil olahan pemikiran yang mendalam dan matang.</p>
<p>Sjahrir bukan seorang Marxis, cara pandangnya justru banyak mengoreksi Marx. Dengan menjelaskan bentuk persahabatan antara Engels dan Marx, misalnya, ia selanjutnya berhasil mengelaborasi secara lebih luas makna &#8220;dialektika&#8221; (<em>dialektiek</em>) yang pernah ditunjukkan oleh kedua tokoh tersebut-bukan Marx yang berperan dalam menggalang ideologi Marxisme, tetapi Engels.</p>
<p>Engels justru banyak memformulasikan pikiran apa yang selanjutnya menjadi pikiran Marx (juga), tetapi Engels kurang begitu dikenal. Ia lebih banyak dikenal sebagai ahli bahasa.</p>
<p>Meski keduanya pernah berguru pada Hegel dalam hal &#8220;dialektika&#8221; ini, namun Marx-Engels memaknai dialektika tidak secara kaku sebagai <em>thesa-antithesa-sinthesa</em>, namun lebih lunak dan mengena. Pikiran Marx-Engels bukanlah pikiran Hegel, dan sebaliknya. Saat orang mengritik pikiran Hegel, misalnya, demikian Sjahrir (hlm 148), belum tentu orang mengenal pikiran Marx-Engels. Bukan sekadar dialektika-materialisme, tetapi juga dialektika sejarah.</p>
<p>Seperti kebanyakan para pemikir revolusioner dunia, Sjahrir juga tak hanya bicara soal politik revolusioner, tetapi juga soal kebudayaan dan sastra. Menurut dia, kesusastraan dan rakyat harus menjadi pokok perhatian semua pemuda di Indonesia yang bersemangat dinamis dan berikhtiar untuk mencapai kebudayaan baru (hlm 108).</p>
<p>Sjahrir menolak perbedaan antara <em>zivilization</em> dan <em>kultuur</em> yang dibuat orang Jerman. Dia berpendapat bahwa kebudayaan orang borjuis yang berasal dari Barat justru telah digunakan sebagai kebudayaan universal (peradaban).</p>
<p>Bagi Sjahrir, kebudayaan bukanlah barang mati, akan tetapi pusaka yang harus diarahkan lebih dulu untuk mendapatkannya. Jadi, warisan kebudayaan yang paling besar bukanlah berbentuk barang jadi, tetapi sejauh mana generasi kini memiliki kesediaan untuk mengalahkan (mengubah) kebudayaan lama. Jadi kebudayaan yang dinamis dan bukan kebudayaan yang<em> status quo</em>.</p>
<p>Kebudayaan (dan kesusastraan) harus dekat dengan rakyat. Mungkin dengan memakai gaya naturalisme yang pernah dikembangkan Zola, pelopor naturalisme. Naturalisme merupakan kebudayaan yang mampu menggambarkan rakyat banyak, dekat dengan perasaan rakyat. Keburukan dan kezaliman di tengah rakyat bisa digambarkan dengan sejelas-jelasnya, dengan bahasa yang amat sederhana dan mudah dicerna rakyat.</p>
<p>Menurut Zola, naturalisme tidak hanya menggambarkan, tetapi lebih digunakan untuk membuktikan suatu teori ilmu (hlm 114). Tentang hal itu, dengan penuh keyakinan Sjahrir mengemukakan jika saja buku Zola dan Gorki (murid Zola) diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka akan banyak para peminatnya (hlm 116). Sebab karya Zola dan Gorki adalah karya sastra yang bernilai tinggi, menggambarkan kesengsaraan kaum miskin di Eropa.</p>
<p>Sjahrir punya penilaian bahwa Zola dan Gorki, juga Adama van Scheltema dan AM de Jong (Belanda), hanyalah sebuah ilustrasi, sebuah contoh. Rakyat Indonesia bisa menggali kekayaan sastra dan kebudayaannya sendiri.</p>
<p>Menurut saya, demikian Sjahrir, rakyat banyak yang tertarik pada hasil karya Zola bukan karena teori suatu ilmu, bukan pula karena riwayat Rougeon-Macquart dan keturunannya. Rakyat akan tertarik pada gambaran-gambaran Zola seperti dalam <em>I&#8217;Assornmoi</em> dan <em>Germinal</em>. Sebuah gambaran yang mendetail dan tajam menyoroti kesengsaraan kaum buruh.</p>
<h3>***</h3>
<p>BUKU <em>Pikiran dan Perjuangan</em> ini merupakan kumpulan tulisan Sjahrir tentang pergerakan kemerdekaan Indonesia, terutama yang banyak ditulis di surat kabar <em>Daulat Ra&#8217;jat</em>. Catatan-catatannya menunjukkan betapa ia amat mementingkan persatuan dan perdamaian untuk kemerdekaan.</p>
<p>Catatan-catatan Sjahrir tersebut juga memperlihatkan semangat yang menggelora dalam menentukan model gerakan dan perjuangan. Dia berpendapat, sebuah revolusi harus dipimpin oleh golongan demokratis yang revolusioner, bukan oleh golongan nasionalistis (yang oportunis) yang pernah membudak pada fasis kolonial Belanda, atau fasis militer Jepang.</p>
<p>Buku ini menjadi penting artinya bagi pendidikan generasi muda Indonesia hari ini, bahwa mereka pernah memiliki tokoh kaliber dunia: Sutan Sjahrir. Ia telah pergi meninggalkan Indonesia, meninggalkan kita semua, pada 9  April 1966 di Zurich, Swiss, dalam suasana yang trenyuh, karena masih berada dalam status tahanan. Manusia Indonesia tetap memperingatinya setiap 9 April.</p>
<p><strong>Sejarah revolusi Rusia: </strong></p>
<p><strong>Revolusi tahun 1905</strong></p>
<p>Oleh Tess Lee Ack</p>
<p>Teori-teori revolusioner tidak muncul secara spontan dalam otak para pemikir. Teori itu muncul sebagai akibat dari pengalaman praktis, terutama pengalaman perjuangan. Hal ini terbukti dalam revolusi tahun 1905. Seusai revolusi tersebut, Leon Trotsky mengkaji kembali pengalamannya, lantas merumuskan teori &#8220;revolusi permanen&#8221; yang meramalkan pola perkembangan revolusi tahun 1917. Sementara Rosa Luxemburg, yang juga ikut berperan dalam revolusi tahun 1905, menulis bukunya tentang pemogokan massa. Dan revolusi tahun 1905 itu sering disebut The Great Dress Rehearsal (latihan penutup) untuk perisitiwa tahun 1917.</p>
<p>Pada awal abad XX, pemerintahan Rusia dipegang oleh Tsar secara otokratik, tanpa lembaga-lembaga demokrasi apapun. Mayoritas besar penduduk adalah petani yang hidup dalam kondisi semi-feodal. Meski demikian, kapitalisme sudah agak mapan. Sebagian besar industri manufaktur diarahkan untuk memenuhi kebutuhan militer negara, tetapi ada industri garmen dan tekstil yang besar pula yang mempekerjakan banyak perempuan.</p>
<p>Kapitalisme berkembang di Rusia agak terlambat. Hal ini berakibat cukup paradoks: pabrik-parbrik yang ada di Rusia bersifat amat modern dan berukuruan besar. Kelas buruh masih relatif kecil, tetapi terkonsentrasi di tempat-tempat kerja modern, canggih dan besar &#8212; jauh berbeda dari pabrik-pabrik kecil yang menyifati tahap-tahap pertama revolusi industri di Inggeris. Inilah yang dijuluki oleh Trotsky sebagai fenomena &#8220;perkembangan gabungan&#8221;.</p>
<p>pekerja muda sudah melakukan perjuangan yang hebat. Pada tahun 1896 kaum buruh tekstil di ibukota St Petersburg menyelenggarakan pemogokan massa yang pertama. Dalam dua tahun berikutnya, jumlah aksi mogok bertambah dengan cepat. Namun pemerintah meresponnya dengan represi tajam, sedangkan ekonomi Rusia agak merosot, sehingga perjuangan buruh meredam lagi untuk sementara.</p>
<p>Waktu itu sudah ada kelompok-kelompok revolusioner, termasuk Partai Sosial Demokratik Buruh Rusia. Dalam partai tersebut timbul dua faksi yang namanya grup Bolsyevik dan grup Mensyevik (artinya &#8220;mayoritas&#8221; dan &#8220;minoritas&#8221;). Mereka sering terkena represi dan para pimpinan mereka tak jarang meringkuk, namun semakin berpengaruh dalam rakyat. Kepala kepolisian mengucapkan keprihatinannya atas pengaruh tersebut:</p>
<p>Selama 3-4 tahun ini, anak-anak Rusia kita yang dulu begitu gampang-gampangan, kian menjelma menjadi semacam unsur intelektual yang separo melek huruf; mereka merasa berkewajiban untuk meremehkan agama dan keluarga, tidak menggubris undang-undang yang ada, serta mentertawakan pihak yang berwenang.</p>
<p>Pada tahun 1904 Rusia berperang dengan Jepang. Mula-mula perang itu merangsang segelombang sentimen patriotis, sementara jumlah aksi mogok anjlok. Namun tidak lama lagi keantusiasan itu menyurut, karena rakyat harus menanggung biaya perang tersebut. Upah kaum buruh turun 25 persen. Di garis depan, para pimpinan militer melakukan kesalahan-kesalahan besar sehingga Rusia akhirnya kalah di medan perang.</p>
<p>Pada bulan Desember 1905 terjadi beberapa aksi mogok. Empat buruh dipecat. Kemudian kaum buruh menyelenggarkan sebuah pemogokan umum di ibukota. Seorang pendeta, Bapak Gapon, mengusulkan agar kaum pekerja pergi ke Istana, guna meminta pertolongan Tsar, yang saat itu masih dipercayai oleh rakyat. Para pekerja menysun sebuah petisi, yang memuat tidak hanya tuntutan ekonomi normatif tetapi juga tuntutan politik, seperti kebebasan berbicara, kebebasan pers, tanah untuk kaum penggarap, semacam parlemen, dan penyelesaian perang. Tuntutan ini mencerminkan pengaruh kaum sosialis revolusioner, dan agak melebihi apa yang dibayangkan si Bapak Gapon (yang sebenarnya seorang intel).</p>
<p>Pada tanggal 9 Januari 1905, ribuan buruh berbondong-bondong ke Istana. Banyak yang menyanyikan hymne-hymne serta membawa gambaran Tsar. Tsar menolak untuk bertemu mereka, lantas tentara menembaki massa. Seribu lebih orang kehilangan nyawa, dua ribu luka-luka. Hari itu kemudian dijuluki &#8220;Hari Minggu Berdarah&#8221;. Kaum buruh melakukan sebuah pemogokan umum di St Petersburg, yang kemudian meluas ke kota-kota lain. Satu ciri yang menyolok dari pemogokan tersebut adalah bahwa tuntutan ekonomi dan tuntutan politik bertumpang-tindih dan saling menguat. Banyak majikan yang terpaksa menyerahkan konsesi, dan di berbagai daerah kaum buruh memenangkan sejumlah hak politik. Partai-partai kiri dapat bergerak dengan cukup terbuka.</p>
<p>Pada bulan Agustus, Tsar menyetujui terbentuknya Duma, semacam parlemen. Namun Duma itu hanya dimaksudkan sebagai badan konsultatif, dan di situ kaum buruh tidak terwakili sama sekali. Di Petersburg dengan jumlah penduduk sebesar 1.4 juta, hanya 13.000 warga berhak mencoblos. &#8220;Konsesi&#8221; ini hanya membuat rakyat semakin marah, dan pada bulan Oktober terjadi gelombang aksi mogok lagi. Pemogokan tersebut melumpuhkan perusahaan kereta api dan kantor-kantor pos, sekolah-sekolah tutup, penyediaan gas dan air berhenti dan sistem komunikasi ambruk.</p>
<p>Perjuangan kaum buruh menjadi inspirasi bagi rakyat tertindas lainnya. Kaum tani mulai membakar rumah-rumah tuan tanah serta merebut tanah dan pangan. Prajurit-prajurit kecil memberontak. Kaum buruh perempuan yang telah terlibat dalam (dan tak jarang memimpin) aksi-aksi mogok, kemudian memberanikan diri untuk melawan penindasan seperti pelecehan seksual, serta menuntut hak cuti untuk mengasuh anak mereka.</p>
<p>Saat itu kaum buruh di ibukota mendirikan sebuah organ politik yang sangat efektif untuk mengorganisir perjuangan ekonomi dan politik. Organ ini bernama &#8220;soviet&#8221; (dewan buruh). Soviet itu berasal dari komite-komite aksi mogok di tempat-tempat kerja. Dewan ini sangat demokratik dan mewakili seluruh kelas buruh. Seperti dalam Komune Paris, para utusan dapat di recall sewaktu-waktu, dan gaji mereka tidak melebihi upah seorang pekerja terampil. Tetapi beda dengan Komune Paris tersebut, dewan ini berdasarkan atas para utusan dari tempat kerja, sehingga bersifat 100 persen proletarian. Dewan semacam itu muncul di seluruh Rusia dan mulai menantang kaum penguasa. Kaum buruh menganggap soviet-soviet itu sebagai pemerintah mereka.</p>
<p>Dan dewan-dewan itu memang merupakan semacam pemerintahan tandingan. Soviet-soviet tersebut dibentuk guna melayani kebutuhan-kebutuhan kaum buruh dalam perjuangan sehari-hari &#8212; seperti mengkoordinasi aksi mogok, meyebarkan informasi, serta mencari pangan, obat-obatan dan transportasi waktu industri dihentikan oleh pemogokan. Namun mereka lekas menjadi sebuah organ revolusioner.</p>
<p>Konsesi-konsesi tambahan dari Tsar gagal menenangkan kaum buruh, dan pada bulan November terjadi gelombang pemogokan yang ketiga. Dalam aksi bulan November, hari kerja 8 jam menjadi tuntutan utama. Sampai saat itu, kaum majikan bersikap kurang-lebih netral dalam pergolakan tersebut, karena mereka sendiri menginginkan reformasi politik tertentu, dan tidak keberatan kalau reformasi itu diperjuangkan oleh kaum buruh. Tetapi tuntutan tentang hari kerja 8 jam tidak mereka sukai. Mereka mulai menentang gerakan buruh secara agresif. Di saat yang sama, kepolisian dan pemerintahan lokal mengizinkan sekelompok preman rasis bernama &#8220;Ratusan Hitam&#8221; untuk menyerang para buruh.</p>
<p>Soviet di St Petersburg dibubarkan pada tanggal 3 Desember. Soviet di Moskow memberontak tetapi pemberontakan itu dihancurkan setelah perlawanan yang heroik selama 9 hari.</p>
<p>Selama tahun 1905, aksi buruh sering lebih maju daripada yang diharapkan oleh golongan revolusioner. Fenomena soviet tidak diramalkan oleh teori-teori kaum kiri. Soviet-soviet dibangun secara kurang-lebih spontan oleh kelas buruh, walau terpengaruh oleh pengalaman Komune Paris. Mula-mula Partai Bolsyevik malah tidak begitu antusias dengan dewan-dewan itu, yang dikira bertentangan dengan peran pemimpin partai. Di saat yang sama, golongan Bolsyevik masih berpegang pada cara-cara organisasi sempit dan konspiratif yang diajukan oleh Lenin dalam tulisannya <em>Apa Yang Harus Dikerjakan? </em>Tulisan itu terbit pada tahun 1903, saat kaum Bolsyevik harus bergerak di bawah tanah. Oleh karena itu, Lenin menganjurkan struktur-struktur ketat untuk sekelompok revolusioner professional, yang dikira akan membawa kesadaran revolusioner kepada kelas buruh &#8220;dari luar&#8221;. Banyak kader Bolsyevik cenderung meremehkan perjuangan normatif yang mereka anggap &#8220;apolitis&#8221;.</p>
<p>(Rosa Luxemburglah yang paling memahami bagaimana pemogokan massa yang normatif bisa berinteraksi dengan perjuangan politik dalam perkembangan revolusioner.)</p>
<p>Peristiwa-peristiwa tahun 1905 memaksa kaum Bolsyevik berubah sikap. Lenin (yang waktu itu di luar negeri) hampir segera melihat potensi dewan-dewan buruh, tetapi baru melalui perdebatan yang alot dia berhasil meyakinkan para aktivis partai. Kemudian partai Bolsyevik ikut terlibat dalam soviet-soviet dengan antusias. Sedang Lenin juga menghimbau agar kaum Bolsyevik &#8220;membuka pintu partai seluas-luasanya&#8221; dan menyambut ribuan buruh teradikalisasi yang mau masuk. Para buruh muda ini sangat penting untuk mengimbangi para kader lama yang terbukti terlalu konservatif dalam pergolakan tahun 1905.</p>
<p>Revolusi tahun 1905 membuktikan bahwa kelas kapitalis tidak ingin dan tidak mampu memimpin sebuah revolusi borjuis-demokratik. Mereka memang bekepentingan untuk menghilangkan sisa-sisa feodal dari ekonomi dan sistem politik, tetapi takut pada kekuatan revolusioner kelas buruh. Hal ini menjadi titik tolak untuk teori Revolusi Permanen, yang dirumuskan oleh Leon Trotsky berdasaran pengalaman pergolakan tahun 1905 itu. Menurut Trotsky, dominasi mode produksi kapitalis di tingkat global berarti bahwa perjuangan sosialis bisa mulai di Rusia. Kaum buruh tidak hanya harus memimpin perjuangan demokratik, tetapi dalam perjuangan itu mereka mesti berjalan lebih jauh dan mengembangkan revolusi ke arah sosialisme.</p>
<p>Kaum revolusioner harus banyak belajar dari perjuangan spontan kaum buruh. Meski begitu, sebuah partai revolusioner masih diperlukan. Partai Bolsyevik melakukan konsolidasi setelah kalahnya revolusi tahun 1905, sehingga pelajaran-pelajaran itu tidak terlupakan. Tanpa Partai Bolsyevik, revolusi Oktober 1917 tidak mungkin berhasil.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gmscrb.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gmscrb.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gmscrb.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gmscrb.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gmscrb.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gmscrb.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gmscrb.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gmscrb.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gmscrb.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gmscrb.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=99&subd=gmscrb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gmscrb.wordpress.com/2009/09/05/peran-perempuan-dalam-perjuangan-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/541ed8add3abc677cc8a80490cf97ea1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gmscrb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pasca Pemilu</title>
		<link>http://gmscrb.wordpress.com/2009/04/12/pasca-pemilu/</link>
		<comments>http://gmscrb.wordpress.com/2009/04/12/pasca-pemilu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 13:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gmscrb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gmscrb.wordpress.com/2009/04/12/pasca-pemilu/</guid>
		<description><![CDATA[Proses pesta demokrasi baru saja usai dan menyisakan berbagai masalah, konflik, baik secara tehnis prosedural maupun masalah substansi demokrasi itu sendiri.
Secara tehnis prosedural pemilu kali ini merupakan terburuk sepanjang sejarah pemilu di Indonesia. Mulai dari ketidak akuratan pendataan Daftar Pemilih Tetap hingga pada hari H pelaksanaan 9 April beberapa pemilih di daerah mendapatkan surat suara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=98&subd=gmscrb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Proses pesta demokrasi baru saja usai dan menyisakan berbagai masalah, konflik, baik secara tehnis prosedural maupun masalah substansi demokrasi itu sendiri.<br />
Secara tehnis prosedural pemilu kali ini merupakan terburuk sepanjang sejarah pemilu di Indonesia. Mulai dari ketidak akuratan pendataan Daftar Pemilih Tetap hingga pada hari H pelaksanaan 9 April beberapa pemilih di daerah mendapatkan surat suara yang bukan daerah pemilihannya. Wajar saja jika kemudian KPU bakal digugat oleh parpol maupun caleg. Inilah potensi konflik.!! Dengan berbagai kekurangan yang telah dilakukan oleh KPU karena ketidakprofesionalannya, patut untuk mewaspadai dampak buruk, terutama dari kelompok yang memang sejak awal tidak menghendaki adanya pemilu (kelompok anti demokrasi).<br />
Secara substansi demokrasi, tingkat kesadaran politik masyarakat belum menunjukkan kemajuan, terbukti dengan meningkatnya massa mengambang. Di titik inilah parpol harus mengevalusi diri. Betapa tingkat partisipasi politik meningkat namun kualitas partisipasi masyarakat tidak linier dengan kuantitas. Hal tersebut membuktikan bahwa parpol tidak lagi menjadi alat perjuangan rakyat dan tidak memfungsikan diri sebagai parpol karena berjalan tanpa ideologi yang jelas dan minim kader. Situasi demikian menuntut adanya parpol yang berideologi dan memiliki kader yang berkualitas serta dekat dengan rakyat. Sosialisme Kerakyatan yang digagas oleh Sutan Sjahrir adalah jawaban terhadap ideologi dan kondisi bangsa ini. Viva Socialista!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gmscrb.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gmscrb.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gmscrb.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gmscrb.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gmscrb.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gmscrb.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gmscrb.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gmscrb.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gmscrb.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gmscrb.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=98&subd=gmscrb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gmscrb.wordpress.com/2009/04/12/pasca-pemilu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/541ed8add3abc677cc8a80490cf97ea1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gmscrb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TENTANG IMPERIALISME</title>
		<link>http://gmscrb.wordpress.com/2009/03/09/tentang-imperialisme/</link>
		<comments>http://gmscrb.wordpress.com/2009/03/09/tentang-imperialisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 08:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gmscrb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gmscrb.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[TENTANG IMPERIALISME
Imperialisme adalah tahapan tertinggi dan yang terakhir dari sejarah perkembangan kapitalisme. Karena setelah Abad ke-20, monopoli mendominasi segi-segi ekonomi dan politik di dalam masyarakat secara utuh di negara-negara kapitalis besar. Alat-alat produksi maupun kapital uang dikontrol oleh segelintir kapitalis monopoli. Penguasaan dari kedua hal tersebut sangatlah penting dan dibutuhkan oleh industri. Dominasi ini adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=59&subd=gmscrb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>TENTANG IMPERIALISME</p>
<p>Imperialisme adalah tahapan tertinggi dan yang terakhir dari sejarah perkembangan kapitalisme. Karena setelah Abad ke-20, monopoli mendominasi segi-segi ekonomi dan politik di dalam masyarakat secara utuh di negara-negara kapitalis besar. Alat-alat produksi maupun kapital uang dikontrol oleh segelintir kapitalis monopoli. Penguasaan dari kedua hal tersebut sangatlah penting dan dibutuhkan oleh industri. Dominasi ini adalah lonceng kematian bagi sistem kapitalis yang menguasai seluruh dunia.<br />
Adalah sebuah keharusan bagi kita untuk mempelajari karakter dari imperialisme agar kita mengetahui bagaimana caranya kita menghancurkannya dalam Revolusi Proletariat Dunia dan Revolusi Nasional kita.</p>
<p>A.	LIMA KARAKTER IMPERIALISME<br />
A.1 Konsentrasi Produksi dan Monopoli<br />
Konsentrasi produksi dan monopoli terjadi melalui perkembangan dan pembangunan industri yang berlangsung cepat, sehingga terjadi penumpukan kapital di tangan segelintir kapitalis. Ini adalah proses bagaimana dominasi dan monopoli produksi terjadi dalam masyarakat. Konsentrasi produksi adalah hasil dari persaingan bebas dan penumpukan modal (utamanya modal mesin produksi, bahan mentah, dan peralatan produksi lainnya). Dalam waktu krisis, proses ini akan semakin cepat berlangsung. Karena banyak kapitalis kecil yang tersingkir atau hancur, dan segelintir kapitalis besar akan semakin menggurita. Monopoli akan<span id="more-59"></span> menggantikan persaingan bebas dan mendominasi produksi dengan total (artinya juga mendominasi masyarakat). Perkembangan produksi yang cepat mendorong konsentrasi kapital. Industri besar dengan mesin dan teknologi maju dan memproduksi dalam skala yang besar adalah industri yng paling tepat untuk keberadaan monopoli. Konesntrasi produksi dan monopoli akan terjadi melalui berbagai jalan:<br />
a.	perjanjian tentang harga dan penjualan yang tidak konsisten, dan berbasis pada konsensus dan pemenuhan sukarela dari mereka yang membuat produk.<br />
b.	firma kartel dan asosiasi para monopolis.<br />
c.	konzern atau perusahaan induk (holding company).<br />
d.	merger, dengan berbagai jalan, yaitu: menjadi anggota dalam cabang industri yang sama, hanya terlibat dalam berbagai pemrosesan bahan mentah, produsen untuk bahan mentahdan perantara bagi produk tertentu, terlibat dalam berbagai lini produksi namun berada di bawah satu korporasi.<br />
Selama waktu persaingan bebas, tipe dari sebuah perusahaan adalah “murni”, maksudnya adalah perusahaan tersebut hanya memproduksi satu jenis produk. Akan tetapi selama masa imperialisme, mereka tidak lagi memproduksi satu jenis produk. Karena para kapitalis monopoli ingin memjaga rata-rata keuntungan yang stabil melalui menurun atau (bila tidak) memindahkan pertukaran dalam perdagangan. Walaupun dia mendikte pasar tapi juga harus melakukan aktivitas tersebut untuk memastikan dan menjamin mereka dapat memenangkan persaingan di antara perusahaan yang melakukan merger. Di sini pembangunan teknologi mungkin untuk diakumulasi. Sehingga pendapatan yang lebih besar juga diperoleh di samping pendapatan umum yang biasa yang diperoleh. Ini yang memperkuat posisi mereka dalam krisis.<br />
Monopoli dapat dengan sangat menentukan mendominasi seluruh perekonomian, karena sebagian besar kapital industri dan produksi terkonsentrasi di tangan segelintir perusahaan besar atau kelompok kecil dari para kapitalis. Ada tiga tahap bagaimana monopoli tumbuh dari persaingan bebas, yaitu:<br />
	1860-1870, puncak dari persaingan bebas di negara kapitalis pada saat revolusi industri yabg dimulai dari Inggris.<br />
	1873-1890, periode transisi di mana banyak perusahaan dan kapitalis kecil yang mulai runtuh dan merger atau diakuisisi oleh perusahaan yang lebih besar.<br />
	1900-1903, krisis yang semakin membuat kapitalis kecil runtuh dan dimulainya monopoli.<br />
Kapitalisme monopoli menjadi fondasi dari sistem kapitalisme di negeri kapitalis. Contoh: Di dekade 80-an, 500 perusahaan terbesar Amerika Serikat menguasai 15% dari seluruh industri, memperkerjakan 68&amp; buruh, mengendalikan 60% dari total penjualan, dan mendapatkan 71% dari keuntungan di seluruh dunia.<br />
Monopoli di samping menggabungkan berbagai kapitalis dan perusahaannya, dia juga menghancurkan mereka. Contoh: Di tahun 1955, terdapat 500 perusahaan terbesar di dunia. Tahun 1986, 186 dari perusahaan-perusahaan tersebut telah dibeli. Sedangkan 262 dari perusahaan tersebut membeli 4500 perusahaan yang lain. Artinya dari 500 perusahaan terbesar di dunia pada tahun 1955, pada perkembangannya menjadi 186 perusahaan dicaplok atau hancur dan di lain pihak 262 perusahaan besar yang lainnya tumbuh semakin kuat dan menguasai perekonomian dunia. Pada dekade 1980-an dan 1990-an adalah era megamerger. Total nilai merger dan pembelian perusahaan oleh perusahaan besar Amerika Serikat adalah sebagai berikut: 1975 senilai 12 Milyar Dollar Amerika Serikat, 1981 senilai 83 Milyar Dollar Amerika Serikat, 1985 senilai 200 Milyar Dollar Amerika Serikat.<br />
Akibat dari dominasi monopoli industri adalah mereka mengendalikan sumber-sumber bahan mentah, produksi, harga dan pasar, teknologi, ketrampilan produksi, dan pembagian laba. Bahkan perkembangan terkininya adalah mengendalikan persediaan dan membuat monopoli dalam harga. Proses penghisapan laba super yang lebih besar mereka dapat dari buruh dan kapitalis kecil, bila dalam proses mengeruk laba super mendapat ganjalan akan menggunakan jalan kekerasan dan memperkuat dominasinya di dalam sprastruktur (ini yang membuat banyak perang). Kontradiksi yang demikian yang akan membuat krisis semakin menghebat di era imperialisme.</p>
<p>A.2 Kapital Finans (Uang) dan Oligarki Keuangan<br />
a.	Kapital Uang<br />
Selama masa persaingan bebas, bank hanya mediator dalam penjualan dan pertukaran produk. Bank mengumpulkan pendapatan (uang) dari para kapitalis dan Rakyat pada umumnya, peranannya pasif. Namun dalam era imperialisme, uang yang masuk didistribusikan oleh bank melalui pinjaman sehingga dia mulai masuk dalam kegiatan produksi. Peranan bank menjadi sangat dibutuhkan oleh kapitalis, karena bank juga dapat digunakan untuk menambah kapital. Di sini peran bank yang dibentuk oleh kapitalis menjadi aktif (bahkan kapitalis juga membangun bank-nya sendiri untuk semakin banyak mengeruk keuntungan).<br />
Selama masa persaingan bebas, bank dapat laba dari bunga pinjaman kapitalis. Proses ini yang membuat uang menjadi aktif. Dalam masa imperialisme, bank tidak hanya dapat laba dari bunga pinjaman, namun laba tersebut digunakannya lebih lanjut untuk investasi (menanamkan modal pada kegiatan produksi). Dalam beberapa kasus pemilik bank juga seorang kapitalis produksi (atau sebaliknya), ini yang memudahkan mereka bekerja sama dalam melakukan penanaman kapital.<br />
Produksi dan keuangan punya hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain, karenanya banyak kapitalis industri yang membangun korporasi keuangan (bank) sendiri.<br />
Dalam masa krisis dewasa ini di negara terjajah atau setengah jajahan, bantuan negara imperialis atau lembaga-lembaga imperialis akan ditujukan pada sektor keuangan, karena imperialisme butuh alat untuk mendistribusikan kapital dengan cepat (bank adalah pilihan utamanya). Tak heran di Indonesia, program bantuan IMF utamanya ditujukan pada rekapitalisasi perbankan.<br />
Contoh: Di tahun 1980 terdapat 12 bank terbesar di Amerika Serikat yang mengontrol 22% dari kepemilikan lokal dari 14.500 bank (75%-nya berada di luar negeri). Kelompok Rockefeller mengontrol 16 bank dan berbagai perusahaan keuangan dengan kekayaan 121,8 Milyar Dollar Amerika Serikat. Di antara bank juga saling bunuh atau merger. Di Jepang, 20 bank memeiliki kekayaan 995,8 Milyar Dollar AS. Enam dari bank-bank tersebut memiliki kekayaan 554 Milyar Dollar AS. Di Amerika Serikat, 17 kelompok industri dan keuangan terbsar mengendalikan 420 korporasi besar. Di antara mereka terdapat 197 kelompok yang memiliki kekayaan 1 Milyar Dollar. Di Jepang, Kelompok “Modern Zaibatsu” memiliki 190 kelompok anggota (di antaranya Mitsubishi, Fuji, Sanwa, Sumitomo, Daichi, Kangyo, dan lain-lain). Mereka juga menguasai 8746 perusahaan lainnya.<br />
Karena kapital uang dan oligarkhi keuangan, anggaran pengeluaran dari pemerintah Amerika Serikat sangat besar. Terutama untuk menjaga bonds. Di tahun 1981, pemerintah Amerika Serikat setiap harinya menjual 20 Milyar Dollar AS worth of bonds, 10 tahun kemudian naik menjadi 124 Milyar Dollar AS. Bonds memiliki bunga tinggi dan menjadi pendapatan yang tinggi untuk oligarkhi keuangan. Di IMF, Amerika Serikat mempunyai banyak hutang, tapi dia dapat menunggak pembayarannya karena menguasai lembaga tersebut.</p>
<p>b.	Akibat dari Dominasi Kapital Uang dan Oligarkhi Keuangan<br />
Akibat yang terjadi adalah:<br />
	Dominasi yang cepat dari bank-bank besar.<br />
	Intensifikasi karakter parasit dari Kapitalis Monopoli.<br />
	Penumpukan laba super yang semakin besar.<br />
Bank menjadi pusat distribusi kapital uang ke berbagai negara (bahkan juga digunakan sebagai alat produksi). Denyut nadi kehidupan ekonomi masyarakat tergantung dari bank-bank besar dari praktek peribaannya. Parasitisme dari kapitalis monopoli dilakukan melalui spekulasi, perjanjian penanaman modal tanpa melibatkan diri dalam proses produksi. Mereka menerima untung yang berlebihan dari “pajak” yang dibayarkan oleh para kapitalis produksi untuk pembelian suatu produk atau dari bunga pinjaman. Laba super mereka dapat dari shares, bonds, commission dalam produksi dan penjualan.</p>
<p>c.	Perubahan yang Terjadi di Negara Imperialis selama Kapitalisme Monopoli<br />
Imperialisme tidak hanya busuk di lapngan ekonomi, tetapi juga di lapangan politik. Konsentrasi imperialisme pada kedua lapangan tersebut akan berjalan berbarengan, karena mereka juga “memerintah” negara lain. Kapitalis monopoli mempunyai kekuasaan terhadap pemerintah negera imperialis, mereka merubah karaktek pemerintah dari “perwakilan dari seluruh kapitalis” menjadi “wakil dari satu kekuatan kapitalis monopoli”. Mereka memegang kendali yang penuh atas segala segi suprastruktur di dalam masyarakat (politik, budaya dan alat-alat pelaksananya: pemerintahan dan media massa). Bantuan keuangan dari kapitalis monopoli adalah bantuan terpenting dan menentukan dalam kegiatan politik borjuis, misalnya: dana kampanye pemilihan. Bekas-bekas aparat militer dan birokrasi neegara borjuis yang melayani kapitalis monopoli ketika pensiun akan menjadi pejabat di lingkungan bisnis mereka. Bahkan sebelum menjabat mereka juga orang penting di dalam bisnis kapitalis monopoli (ingat all the president’s men di sekitar George W. Bush Jr. Presiden Amerika Serikat saat ini adalah pemegang posisi penting di industri minyak dan senjata). Sehingga status istimewa akan didapat dalam bisnis.<br />
Kapitalis monopoli mempunyai asosiasi dalam berbgai industri yang memonitor kebijakan pemerintah sehingga dapat menguntungkan mereka. Kebijakan yang penting akan dibuat dan dilaksanakan oleh perwakilan mereka di pemerintahan (baik eksekutif ataupun legislatif). Kondisi ini yang akan merubah kapitalis monopoli menjadi kapitalis monopoli negara. Perang Dunia I mengintensifkan transformasi  kapitalis monopoli menjadi kapitalis monopoli negara. Contoh: Dominasi fascis di negara Italia, Jerman, dan Jepang. Di lain pihak, Amerika serikat dan Inggris mempunyai “new deal” atau perjanjian baru bagi kegiatan ekonomi di antara mereka karena tajamnya persaingan dan kontradiksi di antara mereka dalam industri militer. Sampai sekarang kontrak terhadap bisnis militer menjadi sumber laba super bagi kapitalis monopoli. Anggaran militer Amerika serikat setelah runtuhnya rezim revisionis modern di Uni Soviet adalah sebesar 250 Milyar Dollar AS (bandingkan dengan anggaran mereka pada saat perang dunia I yang sebesar 10 Milyar Dollar AS). Kompleks industri militer mereka akan selalu menginginkan perang, agar mereka selalu mendapat permintaan pembelian senjata.<br />
Selama era imperialisme, negara memiliki peran penting dalam menarik laba super bagi kapitalis monopoli melalui kebijakan yang memudahkan mereka dalam bisnis di sistem kapitalis. Contoh: Bank Dunia mendikte kebijakan sebuah negara yang akan “dibantunya” sebagai “konsekuensi” dari “bantuan”. Cara yang dilakukan sekarang adalah melalui program “globalisasi”, mereka memindahkan krisis di negara imperialis kepada negara-negara terjajah atau setengah terjajah untuk menyelamatkan kapitalis monopoli. Penindasan terhadap rakyat di negeri jajahan atau setengah jajahan membuat banyak aksi-aksi perlawanan yang dilakukan oleh kelas proletar maupun Rakyat.<br />
Setelah Perang Dunia Kedua, perekonomian di negara imperialis mengalami pertumbuhan yang cepat. Karena negara saingan mereka (kekuatan imperialis fascis pimpinan Jerman) mengalami kekalahan perang yang hebat dan menghancurkan sarana produksi mereka. Bahkan Amerika Serikat mempelopori kegiatan ekport surplus kapital ke negara-negara tersebut melalui Marshall Plan. Ini yang mendorong perkembangan besar dalam produksi kapitalis dari negara-negara imperialis pimpinan Amerika Serikat. Namun sebelum tahun 1970 pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat berhenti, karena anarkisme produksi yang mereka lakukan dan menajamnya kontradiksi antara kelas proletar dan borjuis di seluruh dunia. Jutaan buruh dipecat oleh para kapitalis untuk mengurangi biaya produksi dan tentu saja meningkatkan profit. Dari tahun 1990 sampai 1994<br />
Dalam situasi tersebut, pajak yang dibayar rakyat juga bertambah karena negara harus menjaga keseimbangan ekonomi agar sumber kekuatan ekonomi mereka dari kapitalis monopoli dan imperialisme tidak hancur. Sangatlah bertentangan ketika Rakyat harus membayar pajak yang tinggi namun di saat bersamaan juga harus dibebani dengan naiknya biaya pelayanan publik dan sosial karena negara harus mengurangi subsidinya untuk sektor itu dan dialihkan pada bantuan penyehatan industri kapitalis monopoli. Penggunaan media massa, periklanan, dan budaya borjuis sebagai senjata ideologi kapitalis monopoli dimaksimalkan untuk menjinakkan buruh dan Rakyat. Isu yang lain seperti rasisme atau praktek neo-fascisme dari pendukung mereka meningkat untuk mengalihkan isu perjuangan kelas melawan imperialisme.</p>
<p>A.3 Ekspor Kapital<br />
Selama era imperialisme ada polarisasi negara di dunia, yaitu: negara-negara kapitalis kaya yang diuntungkan dari penanaman modal dan meminjamkan hutang ke negara yang lain, dan negara-negara yang kekurangan modal, terjerat hutang, dan selalu mendapat penanaman modal langsung dari negara kapitalis kaya (jumlah negara-negara ini lebih besar).<br />
Eksport kapital berkembang dari hasil akumulasi kapital. Agar tidak terjadi krisis over-produksi karena surplus kapital, maka mereka mengeksportnya ke luar negeri. Alasan utamanya adalah untuk memproteksi dan menambah pendapatan mereka dan rata-rata keuntungan. Sasaran dari eksport kapital adalah negara-negara yang terjajah dan setengah jajahan, ini adalah praktek baru dari kolonialisme atau disebut juga dengan neo-kolonialisme.<br />
Sejak negara terjajah dan setengah terjajah sangat terbelakang dalam industri, mempunyai sedikit kapital, upah buruh yang murah, memiliki cadangan bahan mentah yang luas dan harga tanah yang murah, maka keuntungan dari penanaman modal dari eksport kapital akan didapat. Bentuk-bentuk dari eksport kapital adalah direct invesment atau penanaman kapital langsung (bentuk ini utamanya ditujukan di negara setengah jajahan), pinjaman hutang, bantuan strukturisasi industri manufaktur, bantuan (semacam hibah), dan lain-lain.<br />
Bagaimana negara-negara imperialis menggunakan eksport kapital untuk menarik laba super? Statistik dari PBB menunjukkan bahwa pada  dekade 70-an dan 80-an Amerika Serikat mengalokasikan 72,6 Milyar Dollar untuk penanaman langsung di negara terjajah dan setengah jajahan (60% di antaranya di kawasan Asia Tenggara). Keuntungan yang didapat adalah 139,7 Milyar, atau dalam setiap 1 Dollar mereka mendapat keuntungan 1,2 Dollar. Untuk dekade selanjutnya total penanaman modal mreka bertambah menjadi 213,4 Milyar Dollar (157 Milyar untuk negara-negara berkembang dan 52,6 Milyar untuk negara-negara yang sama sekali terbelakang). Investasi Jepang ke luar negeri di tahun 1989 adalah sebesar 67,5 Miyar Dollar (terbesar dari semua negara imperialis di tahun itu). Total nilai dari investasi ke luar negeri mereka adalah 352,4 Milyar Dollar (nomor 2 setelah Amerika Serikat).<br />
Keuntungan yang didapat oleh negara kaya dari investasi tidak dapat diketahui secara pasti karena mereka menggunakan transfer pricing atau imbal beli (terutama untuk industri minyak). Cara kerja sistem ini adalah bahan mentah dan produk dibeli oleh tambahan negara terbelakang dari perusahaan induk mempunyai harga yang lebih tinggi.<br />
Bagaimana Imperialis mendapat keuntungan dari pinjaman dan bantuan? Mereka menggunakan pinjaman dan bantuan untuk mendikte kebijakan ekonomi dan politik dari negara terjajah atau setengah jajahan yang mereka beri kredit. Dari kontrak besar tersebut mereka akan membuka pasar untuk kepentingan produk mereka (liberalisasi).<br />
Agar pemerintah bisa bayar hutang, mereka harus menurut sama imperialisme. Sejak krisis hutang dunia dimulai ada berbagai tahap yang dilakukan IMF untuk keluar dari krisis dan membayar hutang. Mereka membiarkan industri dan pelayanan sosial rusak dan dapat pendapatan dari export dan pekerja-pekerja migran. Mereka juga dapat pemasukan dari perusahaan kebijakan perusahaan pemerintah untuk membayar hutang.<br />
Pada tahun 1984, jumlah yang mereka dapat dari negara-negara miskin (mayoritas dari bank komersial) sebanyak $ 20-30 juta. Kemudian total pembayaran dari dunia ketiga hampir 3 kali lipat dari total hutang yang mereka dapat untuk keluar dari krisis. Dalam dunia ketiga jumlah pengangguran sebanyak 1 milyar orang. Mereka hanya mendapat 98 cent perhari. Tahun 1990 jumlah pengangguran meningkat menjadi 1,3 milyar.<br />
Hutang bisa berupa pinjaman kepada pemerinyah atau swasta, karena ada perjanjian bilateral, multilateral dengan negara atau intitusi. Hutang swasta punya bunga yang tinggi dan jangka waktu yang singkat.<br />
	60% dari total pinjaman dari Jepang kepada negara-negara di Asia, kemudian sebagian besar pinjaman Jerman juga ke Timur, sedangkan pinjaman AS yang terbesar ke pemerintahan bonekanya (Israel, Mesir, Polandia (untuk urusan minyak)). Bagian terbesar dari pinjaman ini adalah bantuan sarana dan prasarana militer.<br />
Mereka mengatakan bahwa tahun 1960 adalah dekade dari pembangunan,  yang menghasilkan jurang yang luas antara negara kaya dan miskin. Dekade ini yang pemperburuk kesejahterahan, situasi dan kondisi. Hutang pemerintah di dalam 12 negara-negara Masyarakat Eropa (European Community) adalah $ 4.000 Milyar (1994),  kemudian meningkat $ 4.900 Milyar (1995). Di negara kaya mereka memakai praktek monopoli untuk menghindari hutang itu. Banyak bank Jepang meminjamkan uangnya ke pemerintahan Amerika.<br />
Bagaimana negara terbelakang dieksploitasi melalui perdagangan kolonial?<br />
Eksport kapital menghasilkan penjualan yang sangat besar, aboundant dan bahan mentah yang murah dan makanan untuk menurunkan biaya produksi dan sehingga meningkatkan jumlah laba. Di samping investasi langsung , mereka juga mengeksport mesin dan alat produksi maju, maka negara Dunia Ketiga sangat tergantung. Ini adalah alasan mereka untuk membuka pasar bagi eksport industri dari negara imperialis. Monopoli imperialis untuk produk indusrti (mesin dan BBM siap pakai). Mereka membeli bahan mentah dari negara Dunia Ketiga. Negara miskin harus mengeksport jumlah besar komoditasnya untuk mengejar kualitas nilai eksportnya.<br />
Menurut PBB harga eksport dalam negara importir, adalah : 1980-100, 1992-48 (harga barang import lebih mahal dari barang ekspotnya) ini ratio harga di tahun 1992 kalau mau seimbang harus melipatgandakan jumlah eksport. Ratio yang tidak seimbang dari ekonomi perdagangan di negara miskin. Maka mereka selalu defisit (dan meningkat setiap tahun). Mereka harus menjual terus sumber daya alamnya.<br />
Dari kenyataan ini kemunduran negara miskin adalah keuntungan bagi imperialime untuk mendapatkan laba yang lebih besar. Jadi sulit bagi negara miskin untuk maju menjadi negara industri. Bagi Korea Selatan dan Taiwan menjadi negara industrial dengan alasan politik dari AS untuk melawan Korea Utara dan China (hanya menjadin dekorasi bagi imperialisme). Mereka adalah kapitalis yang tergantung, maka sekarang ketika tidak dibutuhkan jatuh juga. AS harus membantu mereka untuk mengeksport komoditas yang murah (kain,  baju, dan lainnya). Mereka tergantung dalam teknologi dan pasar (Jepang/AS). Mereka (Korsel/Taiwan) tidak bisa menahan, karena pasar yang sempit. Teori kapitalis dependen gagal.</p>
<p>A.4 Pembagian Dunia di antara Negara-negara Kapitalis<br />
Bagaimana konsentrasi kapital dan produksi terjadi di dunia ?<br />
Dominasi monopoli yang secara terus menerus akan mengakibatkan konsentrasi kapital dan produksi. Kekayaan negara dihabiskan oleh beberapa negara imperialis. Monopoli internasional adalah satu dari karakterisktik imperialisme.<br />
Sebelum PD II alatnya adalah organisasi atau perjanjian internasional. Setelah PD II, Multi-National Corporation (peruasahaan dari berbagai negara) dan Trans National Corporation (perusahaan lintas negara) adalah bentuk monopoli internasional. MNC adalah perusahaan yang dikendalikan dan berbasis di satu negara (AS, Jepang, Jerman, Uni Eropa). TNC adalah perusahaan dengan sistem manajemen membagi kepemilikan, penjualan, manager, dan pekerja, perusahaan  dipecah di berbagai negara. TNC muncul di Eropa, selama masa kapitalis monopoli ketika dua negara atau lebih muncul untuk melakukan persaingan dengan MNC dari AS,  contohnya: 5 MNC terbesar atas produk konsumsi menguasai 70% pasar dunia. Lima MNC terbesar atas produk otomotif, pesawat, penerbangan, barang-barang elektronik dan baja menguasai 50% produksi. Lima MNC terbesar dalam industri minyak, komputer dan media massa memproduksi sebanyak 40% dari penjualan dunia.<br />
MNC mulai mendominasi setelah PD II karena setelah perang, industri menurun dan AS hanya satu-satunya negara yang masih kuat sehingga terjadi akumulasi kapital yang cepat untuk kemudian memacu perkembangan teknologi di AS. Kapitalis monopoli mendapat keuntungan untuk memperoleh bahan mentah dan buruh murah di berbagai negara. Negara kapitalis monopoli bertanggungjawab terhadap bantuan pada MNC untuk melakukan ekspansi industrinya melalui bantuan resmi (pinjaman pemerintah).  Misal: pemerintah AS jika memberi bantuan (bilateral/ multilateral) pada suatu negara akan selalu diikuti oleh MNC-nya.</p>
<p>Akibat-akibat yang ditimbulkan dari adanya konsentrasi kapital dan produksi dalam perkembangan dan hubungan antar negara:</p>
<p>1.	Pembangunan yang tidak merata (uneven development) antar negara industri dan negara miskin.<br />
Pada negara-negara miskin akibatnya: terjadi ekspolitasi secara terus menerus baik terhadap Rakyat maupun sumber daya alamnya,  penurunan kesejahterahan karena bila terjadi krisis di negara imperialis dan para kapitalis monopoli memindahkannya ke negara terjajah atau setengah jajahan maka sektor pelayanan publik akan dipangkas pembiayaannya oleh pemerintah negara boneka,  industrialisasi di negara tersebut terhambat.<br />
Jurang ini yang akan membuat penindasan terjadi semakin menghebat di negara miskin. Kepentingan imperialisme akan bersinggungan dengan kepentingan kelas reaksioner di negara miskin (tuan tanah, borjuis komprador, dan kapitalis birokrat). Dalam kehidupan ekonomi negara tersebut, banyak kapital yang masuk dalam ke dalam hubungan produksi lama sewa tanah, laba perdagangan hasil pertanian lebih banyak menguntungkan borjuis komprador dan kapitalis birokrat yang menguasai distribusinya, dan praktek perdagangan tengkulakisme atau peribaan semakin merajalela. Sehingga imperialisme tetap melanggengkan sistem ekonomi lama (yaitu feodalisme atau setengah feodalisme).<br />
Pembangunan yang sangat lambat dari negara miskin sangat berguna bagi imperialis. Mereka dipaksa untuk bergantung pada investasi asing, mesin, dan teknologi tinggi, dan juga harus memberikan bahan mentah dan buruh yang murah. Imperialis akan mendikte negara miskin untuk menjadi eksportir bahan mentah yang murah dan menjadi importir produk maju dari negara imperialis yang mahal. Hal ini mengakibatkan adanya ketidakseimbangan dari pembangunan lokal di negara miskin. Oleh karena itu negara miskin tidak akan bisa mempunyai surplus dalam pendapatan negara.<br />
Di berbagai negara persoalan ini meluas pada kelaparan karena sumber daya nasional disedot habis-habisan untuk membayar hutang, menutup defisit, dan lain-lain. 40 ribu anak di negara miskin mati karena klaparan, kurang gizi, dan malnutrisi. Bahkan di negara miskin juga harus mengeksport buruh migran yang murah. Kriminalitas dan prostitusi meningkat karena rendahnya produktivitas.</p>
<p>2. Pembangunan yang tidak merata di antara negara-negara imperialis.<br />
Sentralisasi kapital dan produksi internasional memperhebat persaingan antar negara imperialis. Selama PD II, produksi industri AS meningkat, ketika negara imperialis yang lain colapse. Ini yang membuat dollar menjadi mata uang yang dominan dalam sistem keuangan internasional. Ketika kondisi perekonomian megara-negara Eropa Barat dan Jepang (pada dekade 70-an) bangkit, maka kompetisi dengan AS juga naik. Sekarang konfigurasinya tetap AS, Jepang dan Uni Eropa (mereka membuat benteng bersama, namun bukan berarti tidak ada kontradiksi di antara mereka. Peristiwa Agresi Militer Amerika Serikat di Iraq awal tahun 2003, nyaris mempertajam kontradiksi di antara mereka).<br />
Walaupun AS menang dalam Perang Dingin, dia lemah dalam ekonomi, dia terjerat hutang dan defisit anggaran (karena konsentrasi di militer). Walaupun AS coba untuk memperkuat industrinya, dia tidak bisa melakukannya karena defisit anggaran, hutang dan rusaknya hubungan dengan aliansinya sejak dekade 70-an(terutama dengan negara-negara Eropa Barat non-Inggris).<br />
Dari Eropa pun ada pembangunan yang tidak merata di negara imperialis. Unifikasi Jerman di tahun 1990 setelah runtuhnya Tembok Berlin, membuat mereka mempunyai kekuatan produksi dan pasar yang lebih besar dibandingkan negara lain. Situasi sekarang di Inggris sangat berbeda dengan dominasi sebelumnya pada pasar dunia di awal berkembangnya sistem kapitalisme di Eropa.</p>
<p>3. Persengkongkolan dan kontradiksi dalam scope international<br />
Walaupun kapitalis monopoli internasional bersengkongkol melawan kelas proletar di seluruh dunia dan tetap tidak ada genjatan senjata. Konsentrasi kapital dan produksi di dunia tetap akan mengurangi jumlah kapitalis karena saling bunuh. Namun konsentrasi ini akan menambah kapital bagi kapitalis yang menang. Dan melalui kontradiksi ini, pembagian ekonomi dunia terjadi di kekuatan imperialis. “Kapitalis membagi dunia tanpa malice, tetapi sebelum mereka mencapai tingkat konsentrasi yang mendorong mereka untuk berlindung dalam kaitannya untuk memperoleh laba. Dan mereka membagi negara berdasarkan jumlah kapital, berdasarkan kekuatan. Sebelumnya tidak ada jalan untuk mendistribusikan hasil komoditas produk dan kapital. Tetapi kekuatan berubah menurut tingkat perkembangan ekonomi” (Lenin).<br />
Karena tidak ada perlawanan dari negara sosialis, kekuatan imperialisme dengan mudah membagi dunia. Saat Perang Dingin imperialisme melawan habis-habisan. Walaupun mereka bersengkongkol, mereka juga berkompetisi dalam membagi-bagi kembali negara. Pembagian ini karena krisis over produksi dan mereka butuh pasar yang lebih luas. Ini yang membuat kompetisi tidak pernah berhenti. PBB, IMF, WB, G7, WTO, Uni Eropa merupakan persekongkolan multilateral dan menambah keuntungan mereka yang membawa kehancuran negara Dunia Ketiga. Di dalam agensi-agensi ini, kapitalis monopoli dari berbagai dunia bergabung. Tapi partisipasinya sesuai dengan kekuatan komparatif. Karena AS sangat kuat, maka secara relatif dia yang dominan. Dari sini pembagian dunia secara ekonomi diantara negara imperialis terjadi.</p>
<p>A.5 Pembagian Dunia di antara Kekuatan Besar<br />
Bagaimana pembagian tersebut dilakukan?<br />
Secara bersama-sama dengan konsentrasi menurut pembagian ekonomi dunia, hubungan di antara negara-negara dimunculkan menurut pembagian teritorial dunia dalam perjuangan untuk mempengaruhi, perjuangan untuk kolonialisasi dan neo-kolonialisasi. Selama masa imperialisme, pembangunan teknologi melaju yang membutuhkan wilayah yang lebih besar untuk meletakkan surplus kapital dan mendapatkan bahan mentah. Karena alasan itu, mereka mengintensifkan kebijakan kolonialisasi untuk mengontrolnya dan menjaga dari pesaingnya. Selama masa kompetisi bebas, kolonialisme diterapkan karena terdapat kondisi di mana masih banyak wilayah yang “kosong” di dunia. Selama era imperialisme, kekuatan imperialis sudah membagi dunia dengan total. Saat itu negara-negara di bagi menjadi 2, yaitu: pengeksploitasi dan yang di eksploitasi.<br />
Setelah PD II, negara-negara sosialis tumbuh dan meluasnya gerakan pembebasan nasional di dunia. Maka kekuatan imperialis dunia menghapus penjajahan (kolonialisme lama) dan merubah menjadi neo-kolonial. Bagaimana mereka mengkontrol negara-negara miskin dalam cara neo-kolonialisme? Yaitu melalui operasi kapital uang (bank). Karena dia yang punya kekuatan terbesar di atas kekuatan ekonomi dan hubungan internasional. Walaupun era kolonialisme sudah lewat, tetap ada banyak jalan bagi imperialis untuk mengontrol. Diantaranya:<br />
1.	Melalui cara kriminalisasi. Pemerinyah yang melawan negara imperialis akan diblokade secara perdagangan, hutang, investasi,  tindakan militer, subversi, spionase, propaganda, dll.<br />
2.	Mereka memperlakukan secara tidak adil dalam perjanjian multilateral/bilateral.<br />
3.	Meraka masuk dalam politik dalam negeri, mereka mendukung para pemimpin dari kelas reaksioner dalam negeri maupun partai politik yang menjadi representasi kelas tersebut.<br />
4.	Mereka mengontrol permintaan senjata dan tekhnologi militer dan melatih para perwira militer dari angkatan bersenjata pemerintahan boneka mereka atau kelas reaksioner.<br />
5.	Mereka memakai agensi regional dan internasional. Seperti misalnya: ASEAN, SEATO, dll.<br />
6.	Mereka menyerang rakyat dengan serangan kultural dan praktek ideologisasi borjuasi.<br />
Imperialisme berarti perang dan persiapan untuk perang<br />
Pembagian dunia secara ekonomi dan teritorial telah lengkap, tetapi kekuatan ekonomi dan politik negara imperialis berubah melalui pembangunan yang tidak merata mereka. Pembagian dunia yang ada hanya temporer.<br />
Selama era imperialisme, satu kekuatan imperialis hanya dapat menguasai dengan menghancurkan kekuatan imperialis yang lain. Hasilnya adalah perang. Ketika kapitalisme masuk ke tingkatan imperialisme, telah terjadi dua Perang Dunia. Imperialisme juga memanipulasi perbedaan di antara negara kecil dan lemah untuk saling perang demi keuntungannya.<br />
Kebanyakan kekuatan senjata imperialis diarahkan kepada gerakan pembebasan dan proletar. Hanya revolusi proletar yang dapat memberhentikan perang imperialis. Perang imperialis akan terus terjadi selama tidak ada gerakan Revolusi Proletariat Dunia.<br />
Walau tidak ada perang, negara imperialis selalu siap untuk perang. Mereka menjaga tentara mereka untuk selalu siap berperang. Di lain pihak produksi senjata adalah bisnis yang menguntungkan bagi kapitalis monopoli. Bagi kapitalis monopoli, perang adalah sumber laba terbesar. Ini membuktikan bahwa imperialisme akan membusuk dan mengintensifkan kontradiksi pokok.</p>
<p>B. REVOLUSI PROLETARIAT DI ERA IMPERIALISME<br />
B.1 Kenapa Imperialisme Merupakan Awal dari Revolusi Sosialis?<br />
Kapitalisme telah berada di tingkatan terakhir, tingkatan dari transisi untuk menuju ke sistem masyarakat yang lebih tingg, yaitu sosialis. Kalau sudah mencapai tahap imperialisme, dia akan semakin matang untuk revolusi sosialis. Dia menciptakan kondisi obyektif untuk memajukan sejarah dunia ke level baru dan lebih tinggi. Over produksi, monopoli, oligarkhi, penindasan dan penghisapan di negara-negara miskin adalah praktek yang mereka lakukan selama ini. Ketika terdapat sosialisasi produksi dan tenaga kerja pada tingkatan yang tinggi, akan terdapat pula kekacauan sosial karena adanya akumulasi produksi dan kapital secara perorangan. Krisis umum imperialisme melewati 3 tahap :<br />
1.	Perang Dunia I (1914-1918), disini ada Revolusi Sosialis Besar Oktober 1917 di Rusia yang dipimpin oleh Kelas Proletar melalui Partai Bholsevik.<br />
2.	Depresi besar di tahun 1930 yang menghasilkan Perang Dunia II (1939-1945), yang memacu tumbuhnya negara sosialis di Eropa Timur, China, Korea Utara, Vietnam.<br />
3.	Setelah Perang Dunia II, kontradiksi internal yang destruktif pada sistem kapitalisme. Kemudian Perang Dingin melawan negara-negara sosialis dan seluruh Gerakan Pembebasan Nasional di berbagai negeri. Namun pada tahun 1956 terjadi pengkhianatan kaum revisionis-modern pimpinan Nikita Khruschev di Uni Soviet. Gerakan Komunis Internasional mencatat bahwa pada tahun 1966 sampai dengan pertengahan 1970 terjadi Revolusi Besar Kebudayaan Proletar di Republik Rakyat China, dan disusul kemenangan Pembebasan Rakyat Indochina dan Vietnam terhadap dominasi imeprialis Amerika Serikat.<br />
Leninisme adalah Marxisme di era imperialis dan Revolusi Proletar Dunia. Marxisme-Leninisme sanggup:<br />
	Mengklarifikasi dan memperbaiki pembangunan teori dan praktek Revolusi Proletar selama masa imperialisme (hasil gemilang yang dicapai Rakyat Rusia di tahun 1917, Rakyat Tiongkok 1949, dan Pembebasan Nasional Vietnam 1945, 1955, dan 1975 adalah bukti nyata kemajuan Marxisme-Leninisme sebagai ideologi Gerakan Proletar Dunia).<br />
	Mengklarifikasi kemenangan dan pencapaian dari revolusi sosialis adalah mungkin di satu negari, karena kapitalisme sudah mematang untuk revolusi pada era imperialisme.<br />
	Revolusi akan mencapai kemenangannya pada rantai imperialisme yang terlemah.<br />
	Menekankan pada pentingnya gerakan pembebasan nasional di negari terjajah dan setengah-jajahan.<br />
	Kebutuhan akan kepemimpinan kelas proletar melalui detasemen termajunya dalam sebuah Partai Kelas Proletar Tipe Baru dalam perjuangan revolusioner rakyat di suatu negara.<br />
	Mengklarifikasikan dan memgembangkan teori dan praktek Diktatur Proletariat yang akan memimpin masyarakat menuju komunisme.</p>
<p>B.2 Mengapa di era imperialisme, perjuangan anti-imperialisme di negari terjajah atau setengah jajahan merupakan bagian dari Revolusi Proletar Dunia?<br />
Kebijakan negara imperialis memyebabkan kemiskinan pada rakyat di negari jajahan dan setengah jajahan. Ini yang menyebabkan tujuan perjuangan anti-imperilame mereka merupakan bagian yang tidak terelakkan dari Revolusi Proletar Dunia.<br />
Ekspor capital di negara terjajah dan setengah-jajahan diarahkan pada pembangunan berbagai macam cabang industri yang melayani kepentingan negara-negara imperialis (industri ini utamanya dalah industri manufaktur, pengepakan ekspor bahan mentah dan pertanian, atau industri sekunder yang menyediakan barang konsumsi). Tumbuhnya inustri ini yang melahirkan kelas baru yang maju secara ideologis di dalam masyarakat jajahan atau setengah jajahan yang masih berbasis sistem ekonomi lama, yaitu: feodalisme. Kelas baru tersebut adalah kelas proletar yang akan semakin berkembang dan mematangkan dirinya seperti comrade in arms-nya di negara-negara kapitalis industri melalui perjuangan kelas yang mereka lakukan bersama seluruh Rakyat untuk menghancurkan musuh-musuh kelas mereka (borjuis besar komprador, tuan tanah feodal, dan kapitalis birokrat).<br />
Dasar dari Gerakan Proletar di negari jajahan dan setengah jajahan adalah industri dengan teknologi terbelakang seperti yang ditransformasikan imperialisme tersebut. Karakter yang paling nyata industri tersebut adalah bukan industri dasar yang sanggup menmbangun industri-industri menengah dan kecil, kemudian mempunyai kepentingan ekonomi yang berorientasi pada ekspor bahan mentah, barang konsumsi manufaktur dengan teknologi rendah dan ekonomi impor yang bergantung pada penyediaan teknologi tinggi dan bahan jadi dari Negara imperialis. Dalam konsisi yang demikian kelas proletar harus membangun aliansi yang kokoh dengan kelas-kelas dan sektor-sektor tertindas lain di dalam masyarakat. Aliansi dasarnya adalah dengan kaum tani yang tertindas oleh sistem feodal dan setengah feodal lama. Namun dalam perjuangan revolusioner di negara tersebut kelas proletar tetap harus menjadi pimpinannya. Karena hanya kelas proletar yang mempunyai analisis yang lebih luas, program yang jelas untuk perubahan dan memiliki kepemimpinan yang kuat melalui partainya.<br />
Kepemimpinan kelas proletar yang akan membawa jalannya revolusi di negeri jajahan dan setengah jajahan berkarakter revolusi demokratis borjuis tipe baru. Revolusi tersebut bersifat demokratis untuk menghancurkan basis sistem lama feodalisme yang telah berubah menjadi setengah feodalisme akibat dominasi imperialisme dan bersifat nasional karena akan menggerkan seluruh kelas dan kekuatan nasional anti-imperialisme di dalam negeri dengan aliansi dasar buruh dan tani di bawah pimpinan kelas proletar melalui partainya. Hari depan yang cerah menuju sosialisme telah menjadi jaminan bagi arah revolusi. Karena perspektif sosialisme di dalam revolusi demokrasi baru akan membawa seluruh kekuatan revolusioner di bawah pimpinan kelas proletar untuk melanjutkan tanpa jeda revolusi sosialis dan pembangunan sosialis setelah kemenangan total revolusi demokrasi baru. Dalam memimpin revolusi demokrasi baru, kelas proletar akan tampil dengan konsisten memimpin langsung perjuang revolusioner bersenjata kaum tani dalam revolusi agraria yang menjadi bagian terpokok dalam revolusi demokrasi baru untuk meruntuhkan basis kekuasaan ekonomi, politik, militer, dan budaya kaum borjuis besar komprador, tuan tanah feodal, kapitalis birokrat, dan imperialisme melalui negara bonekanya.<br />
Demi terjaminnya kemenangan kelas proletar di seluruh dunia seperti yang dicita-citakan oleh seluruh rakyat semenjak berdirinya Liga Komunis Internasional di tahun 1848. Maka kelas proletar di negara-negara kapitalis dan negara-negara jajahan dan setengah jajahan harus bersatu di bawah gerakan anti-imperialisme dunia dan membentuk sebuah front persatuan anti-imperialisme di seluruh dunia. Sesuai dengan situasi sekarang di mana rantai terlemah dari imperialisme berada di negara-negara jajahan dan setengah jajahan, maka perjuangan revolusioner di negera-negara tersebut menjadi pusat gravitasi bagi gerakan anti-imperialisme se-dunia.</p>
<p>B.3 Apakah Revisionisme dan Oportunisme?<br />
Revisionisme adalah usaha-usaha yang secara sistematis dilakukan untuk merubah prinsip dasar Marxisme tentang perjuangan kelas dan revolusi dengan cara mengaburkan kontradiksi pokok dan antagonistik di suatu masyarakat yang harus diselesaikan oleh gerakan proletar, sehingga membingungkan strategi dan taktik gerakan proletar secara teoritis dan praktek. Aktivitas ini berada di dalam herakan proletar itu sendiri.<br />
Revisionisme klasik muncul pada Internasionale Kedua di tahun 1912 dengan bawah pimpinan utamanya Karl Kautsky dan Eduarde Bernstein. Mereka berada di dalam partai-partai sosial demokrat di negara-negara Eropa Barat yang mendukung rezim borjuis di negaranya untuk menaikkan anggaran militer dan memobilisasi seluruh rakyat (di mana mayoritas kelas proletar) untuk terlibat dalam Perang Dunia I. Mereka menyangkal hakekat revolusioner dari Marxisme dan pentingnya dictator proletariat untuk menjamin tercapainya sosialisme. Selain itu mereka juga mempropagandakan tentang reformisme borjuis dalam perjuangan melawan imperialisme yang pada hakekatnya menguntungkan politik kolonialisme dan neo-kolonialisme negara-negara imperialis. Dalam situasi gerakan proletar demikian ini, Kawan Lenin dengan tegas menentang teori dan praktek dari revisionisme yang berpura-pura sebagai marxis yang sejati. Melalui usaha yang brilian Kawan Lenin beserta kawan-kawan proletar revolusioner Rusia yang tergabung dalam Partai Bolshevik mempertahankan, memegang teguh, menjalankan dengan konsisten, dan mengembangkan Marxisme sebagai ideologi kelas proletar. Usaha ini dibuktikan dengan mendirikan negara sosialis pertama di dunia melalui kemenangan gemilang Revolusi Besar Sosialis Oktober 1917.<br />
Revisionis modern terjadi di partai-partai komunis yang telah menang dan memimpin di Uni Soviet dan Eropa Timur. Mereka secara sistematis merevisi prinsip dasar Marxisme-Leninisme dengan cara menyangkal keberadaan kelas yang tertindas dan perjuangan kelas, dan karakter proletar revolusioner di dalam partai dan negara pada masyarakat sosialis. Mereka menghancurkan hasil karya massa Rakyat dalam revolusi sosialis dan pembangunan sosialis dengan cara merestorasi kapitalisme di negara mereka. Dengan cara ini mereka menghancurkan partai kelas buruh dan negara yang dibangun dari darah dan keringat Rakyat dari dalam. Secara internasional, mereka seperti halnya para pendahulu mereka, kaum sosial-demokrat, di awal Abad XX, juga menyerukan untuk hidup berdampingan secara damai dengan imperialisme dan membuat ilusi bahwa sosialisme akan dapat dicapai melalui jalan legal-parlementer yang damai. Pernyataan ini mengingkari kenyataan tentang pertentangan kelas dan perjuangan kelas yang antagonistik di dalam masyarakat. Para tokoh utama revisionis modern adalah Joseph Bros Tito, Nikita Krushchov, dan yang mutakhir adalah Deng Xiaoping. Perdebatan antara Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet Kongres XX pada tahun 1956-1960-an dengan Kawan-kawan Proletar Revolusioner di dalam Partai Komunis Tiongkok di bawah pimpinan Kawan Mao Tsetung adalah puncak dari perselisihan paham yang berkembang menjadi kontradiksi yang antagonis. Kawan Mao tetap berpegang teguh pada prinsip dasar Marxisme-Leninisme tentang perjuang revolusioner melawan imperialisme. Di sini Marxisme-Leninisme mendapat sumbangan yang sangat berharga dari Pikiran-pikran Mao Tsetung untuk kemajuan gerkan proletar.<br />
Basis dari revisionisme adalah pengaruh buruk ideologi borjuis kecil terhadap partai kelas proletar. Pengalaman menunjukkan bahwa revisionisme baik klasik maupun modern muncul dan berkembang ketika terjadi borjuisasi terhadap partai dan gerakan kelas proletar. Borjuisasi terjadi karena mereka terjebak dalam serangan politik dan cultural kaum borjuis dalam praktek politik perjuangan kelas pada awal Abad XX. Sedangkan yang kedua terjadi karena tidak dipegang dengan teguhnya Marxisme-Leninisme sehingga partai komunis yang telah menang tidak dapat menjaga para kadernya yang hidup dalam standar borjuis karena memegang tampuk kekuasaan.<br />
Revisionisme harus kita lawan untuk melakukan konsolidasi ideologi di dalam partai kelas proletar. Konsolidasi ideologi sangat diperlukan sebuah partai kelas proletar agar dapat meletakkan garis politik yang tepat bagi perjuangan revolusioner di negaranya. Garis politik ini yang akan mengklarifikasikan strategi dan taktik perjuangan revolusioner. Revisionisme membingungkan banyak kawan, sehingga gerakan menjadi inkonsisten dan terjadi demoralisasi kekuatan revolusioner. Revisonisme adalah penyimpangan di lapangan ideologi. Sedangkan dalam praktek di lapangan politiknya adalah oportunisme.<br />
Kita tidak dapat memisahkan perjuangan ideologi melawan revisionisme dan oportunisme dengan tugas sejarah kita melakukan perjuang revolusioner anti-imperialisme. Karena pada hakekatnya imperialisme tidak pernah berhenti menyerang gerakan proletar secara kultural (ideologis), dan bentuk nyata serangan mereka adalah membawa ide-ide borjuis masuk ke dalam gerakan proletar untuk melamahkannya seperti terjadi dalam pengalaman kita melawan revisionisme.<br />
Untuk itu yang harus dilakukan gerakan proletar adalah berpegang teguh pada ideologi kelas proletar termaju dan tebukti mampu melawan revisionisme, oportunisme, dan liberalisme, yaitu Marxisme-Leninisme dan Pikiran-pikiran Mao Tsetung. Kemudian kita akan mempraktekkan teori tersebut sesuai dengan situasi kongkrit masyarkat kita, sehingga kita dapat memberikan kontribusi pengalaman yang berharga bagi gerakan proletar di seluruh dunia.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gmscrb.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gmscrb.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gmscrb.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gmscrb.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gmscrb.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gmscrb.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gmscrb.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gmscrb.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gmscrb.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gmscrb.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=59&subd=gmscrb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gmscrb.wordpress.com/2009/03/09/tentang-imperialisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/541ed8add3abc677cc8a80490cf97ea1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gmscrb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIRI GEMSOS JUARA</title>
		<link>http://gmscrb.wordpress.com/2008/12/19/pendiri-gemsos-juara/</link>
		<comments>http://gmscrb.wordpress.com/2008/12/19/pendiri-gemsos-juara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 04:13:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gmscrb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gmscrb.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Arya Pamungkas, mahasiswa FISIP Jurusan Komunikasi Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon angkatan tahun 2005 yang juga merupakan salah satu pendiri organisasi GERAKAN MAHASISWA SOSIALIS (GEMSOS) CIREBON, baru saja memenangi SAYEMBARA DESAIN LOGO TATA RUANG yang diselenggarakan oleh Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Penataan Ruang.
Arya Pamungkas berdasarkan hasil penilaian Tim Juri
Dewan Juri

Djoko Sujarto (ITB)
Gregorius Wismantya (Profesional [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=85&subd=gmscrb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Arya Pamungkas, mahasiswa FISIP Jurusan Komunikasi Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon angkatan tahun 2005 yang juga merupakan salah satu pendiri organisasi GERAKAN MAHASISWA SOSIALIS (GEMSOS) CIREBON, baru saja memenangi SAYEMBARA DESAIN LOGO TATA RUANG yang diselenggarakan oleh Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Penataan Ruang.</p>
<p>Arya Pamungkas berdasarkan hasil penilaian Tim Juri</p>
<p><strong>Dewan Juri</strong></p>
<ol>
<li>Djoko Sujarto (ITB)</li>
<li>Gregorius Wismantya (Profesional Desain Grafis)</li>
<li>Bernadus Jokoputro (IAP)</li>
<li>Dedi Permadi (Puskom Dep PU)</li>
<li>Eko Yuli SUprapto (Ditjen Penataan Ruang)</li>
</ol>
<p>sesuai dengan Hasil Penilaian Sayembara Desain Logo Tata Ruang berdasarkan <a href="http://www.penataan-ruang.com/" target="_blank">Keputusan Direktur Jenderal Penataan Ruang Nomor : 22/KPTS/Dr/2008 tertanggal 6 November 2008</a> telah ditetapkan sebagai PEMENANG II (KEDUA) kategori mahasiswa.</p>
<p>Tim Juri menetapkan dan mengumumkan hasil penilaian Sayembara Desain Logo<br />
Tata Ruang sebagai berikut :<br />
A. Juara Umum :</p>
<p>GANJAR WITRIANA, Kategori Umum, Batam</p>
<p>B. Kategori Umum :</p>
<ol>
<li>Juara I : GANJAR WITRIANA, Batam</li>
<li>Juara II : MARWAN CHANDRA N, Yogyakarta</li>
<li>Juara III : GANJAR WITRIANA, Batam</li>
</ol>
<p>C. Kategori Mahasiswa :</p>
<ol>
<li>Juara I : WICAKSONO NENG NOYO, Jakarta</li>
<li>Juara II : ARYA PAMUNGKAS, Cirebon</li>
<li>Juara III : YUSRANI SALMAN, KARINA PUTRI, Bandung</li>
</ol>
<p>D. Kategori Pelajar :</p>
<ol>
<li>Juara I : TONI SUSILA HADI S, Yogyakarta</li>
<li>Juara II : GILANG ARTHA P, Bandung</li>
<li>Juara III : LUTFI, TOMMY, THERESA, Denpasar</li>
</ol>
<p>info lebih lengkap disini <a href="http://www.penataan-ruang.com/pemenang%20logo.pdf">pengumuman pemenang sayembara logo tata ruang</a></p>
<p>KAMI SELURUH JAJARAN PENGURUS DAN ANGGOTA GERAKAN MAHASISWA SOSIALIS (GEMSOS) CIREBON MENGUCAPKAN :</p>
<p>&#8221; SELAMAT KEPADA ARYA PAMUNGKAS SEBAGAI PEMENANG II (KEDUA) SAYEMBARA DESAIN LOGO TATA RUANG YANG DISELENGGARAKAN OLEH DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNTUK KATEGORI MAHASISWA&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gmscrb.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gmscrb.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gmscrb.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gmscrb.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gmscrb.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gmscrb.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gmscrb.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gmscrb.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gmscrb.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gmscrb.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=85&subd=gmscrb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gmscrb.wordpress.com/2008/12/19/pendiri-gemsos-juara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/541ed8add3abc677cc8a80490cf97ea1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gmscrb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TOLAK KENAIKAN HARGA BBM</title>
		<link>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/26/kebangkitan-nasional-menolak-kenaikan-bbm/</link>
		<comments>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/26/kebangkitan-nasional-menolak-kenaikan-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 17:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gmscrb</dc:creator>
				<category><![CDATA[stetment dan pernyataan sikap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gmscrb.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[

Pemerintahan dalam suatu negara mempunyai fungsi untuk mengelola, melayani masyarakat dan mensejahterakan rakyatnya, tetapi itu tidak berlaku di Indonesia, pemerintah justru lebih cenderung menyengsarakan rakyatnya, ini bisa dilihat dan dibuktikan, salah satunya dengan dicabutnya subsidi BBM yang akhirnya harga BBM menjadi naik, kebijakan ini hanya menambah kesengsaraan masyarakat Indonesia. Kenapa…..? Pencabutan subsidi bukanlah kebijakan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=64&subd=gmscrb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:115%;" align="center"><strong></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:115%;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;">Pemerintahan dalam suatu negara mempunyai fungsi untuk mengelola, melayani masyarakat dan mensejahterakan rakyatnya, tetapi itu tidak berlaku di Indonesia, pemerintah justru lebih cenderung <strong>menyengsarakan</strong> rakyatnya, ini bisa dilihat dan dibuktikan, salah satunya dengan dicabutnya subsidi BBM yang akhirnya harga BBM menjadi naik, kebijakan ini hanya menambah kesengsaraan masyarakat Indonesia. Kenapa…..? Pencabutan subsidi bukanlah kebijakan yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat, kebijakan yang tidak sama sekali pro terhadap rakyat, kebijakan yang cenderung mengarah kepada <strong>“PENYENGSARAAN RAKYAT“</strong>, kebijakan yang menunjukkan <strong>ketidak-mampuan</strong> pemerintah dalam mengatasi permasalahan ekonomi dan dalam memberikan kesejahteraan masyarakat</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">.</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">D</span><span style="font-size:11pt;">engan rencana kenaikkan BBM antara 25-30 %, harga kebutuhan pokok pun </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">mengalami kenaikan</span><span style="font-size:11pt;">, karena BBM adalah salah satu </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">komoditas</span><span style="font-size:11pt;"> penting <em>(vital)</em></span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">.</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">K</span><span style="font-size:11pt;">etika </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">harga </span><span style="font-size:11pt;">BBM </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">mengalami ke</span><span style="font-size:11pt;">naik</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">an maka akan mempengaruhi aspek sosial lainnya</span><span style="font-size:11pt;">, terlebih </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">terhadap </span><span style="font-size:11pt;">aspek yang bersifat ekonomis akan </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">mengalami kenaikan harga pula</span><span style="font-size:11pt;">. </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dicabutnya subsidi BBM bagi rakyat</span><span style="font-size:11pt;">, ditengah kondisi masyarakat yang miskin </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">dan rendahnya daya beli masyarakat</span><span style="font-size:11pt;">, <strong>lagi dan lagi</strong> akan membeban</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">i</span><span style="font-size:11pt;"> masyarakat, dengan alasan untuk menyelamatkan beban keuangan Negara (APBN) yang de</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">f</span><span style="font-size:11pt;">isit, pemerintah seharusnya bisa mencari jalan keluar yang lebih </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">memihak</span><span style="font-size:11pt;"> rakyat dengan upaya menjadikan rakyat sejahtera, mendorong<span> </span>ekonomi rakyat </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">agar</span><span style="font-size:11pt;"> lebih mandiri sehingga memudahkan rakyat didalam </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">meningkatkan taraf hidupnya</span><span style="font-size:11pt;">.<span id="more-64"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;">Kebangkitan nasional pada tahun 1908<span> </span>memiliki esensi bangkit dari penindasan penjajah asing, menjadi masyar</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">a</span><span style="font-size:11pt;">kat yang merdeka dan sejahtera. Kenyataanya pada seabad kebangkitan nasional<span> </span></span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">justru terjadi</span><span style="font-size:11pt;"> keterpurukan keadilan,</span><span style="font-size:11pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">kebebasan,</span><span style="font-size:11pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">kesejaht</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">e</span><span style="font-size:11pt;">raan</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">. </span><span style="font-size:11pt;">Kebijakan pemerintah menaikan harga BBM merupakan sikap ketidakmampuan dalam melaksanakan tanggungjawab melindungi dan mensejaht</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">e</span><span style="font-size:11pt;">rakan rakyat Indonesia. Kebangkitan nasional semestinya menjadi langkah awal pemerintah menunjukan sikap kepahlawanan membela kepentingan rakyat</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">.</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;">Terlebih kebijakan dialihkannya subsidi BBM tersebut dengan BLT Plus dan semacamnya adalah hanya kebijakan yang bersifat <strong>“Surak”</strong> dan hanya untuk <strong>ngadem-ngademi </strong>gejolak masyarakat, dan kebijakan tersebut tidak memberikan pendidikan terhadap rakyat, </span><span style="font-size:11pt;">justru akan menimbulkan konflik pada akar rumput <em>(horizontal)</em>, dan pemerintah sendirilah yang menjadikan rakyatnya sengsara dan menciptakan keresahan social </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">serta </span><span style="font-size:11pt;">membuat kondisi masyarakat tidak kondusif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;">Banyak jalan keluar untuk menyelamatkan keuangan Negara, bukan hanya dengan cara menaikkan harga BBM. Dengan cara <strong>mengurangi pembelanjaan Negara yang terlalu boros</strong>, <strong>memberantas pungutan-pungutan liar</strong> yang dapat merugikan keuangan Negara</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> dan merampas harta rakyat</span><span style="font-size:11pt;">, <strong>memberantas KORU</strong></span><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">PSI</span></strong><span style="font-size:11pt;"> dan </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">menangkap para pelaku </span><span style="font-size:11pt;">pembalakan kayu (<em>illegal loging</em>), mengambil alih produksi minyak bumi yang banyak dikelol oleh pihak asing serta mengoptimalkan SDA yang masih belum optimal dimanfaatkan,<span> </span>menerapkan sistem <strong>pajak progresif</strong> bagi kalangan masyarakat kelas atas sehingga terjadi subsidi silang dan solidaritas nasional adalah </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">beberapa</span><span style="font-size:11pt;"> opsi/solusi dari banyak opsi yang bisa pemerintah lakukan, tapi sayangnya pemerintah tidak </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">memiliki</span><span style="font-size:11pt;"> keberanian untuk melakukan itu. Pemerintah hanya bisa dan berani untuk menyengsarakan masyarakat</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">,</span><span style="font-size:11pt;"> pemerintah hanya bisa memikirkan bagaimana mensejahterakan dirinya sendiri.</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;">Sekali lagi, bahwa kebijakan mencabut subsidi </span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">harga </span><span style="font-size:11pt;">adalah kebijakan <strong>“PENYENGSARAAN RAKYAT”.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;">Daftar Kesengsaraan dan penderintaan rakyat sudah parah, akut dan kronis, penderitaan rakyat akan semakin panjang dengan kebijakan menaikan harga BBM, kemiskinan dan pengangguran ma</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">s</span><span style="font-size:11pt;">sal akan terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;">BBM naik = Kesengsaraa</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">n</span><span style="font-size:11pt;"> Ma</span><span style="font-size:11pt;" lang="IN">s</span><span style="font-size:11pt;">sal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;">BBM naik = Pemiskinan Massal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;">BBM naik = Pembunuhan Perlahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Oleh karena itu,</span><span style="font-size:11pt;"> kami yang tergabung dalam menuntut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-size:11pt;">1. MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">2. TANGKAP, ADILI, DAN SITA HARTA K</span></strong><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">O</span></strong><strong><span style="font-size:11pt;">RUPT</span></strong><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">O</span></strong><strong><span style="font-size:11pt;">R</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">3. </span></strong><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">BERLAKUKAN PAJAK PROGRESIF</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:13pt;" lang="IN">GERAKAN MAHASISWA SOSIALIS (GEMSOS) CIREBON</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:13pt;" lang="IN">FORUM DISKUSI MAHASISWA (FORDISMA) UNTAG ’45</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:13pt;" lang="IN">PMII CIREBON </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:13pt;" lang="IN">KAMMI CIREBON </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:13pt;" lang="IN">SOMASI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:13pt;" lang="IN">PRESIDIUM MAHASISWA (PRESMA) UNSWAGATI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:13pt;" lang="IN">Senin, 19 Mei 2008</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gmscrb.wordpress.com/64/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gmscrb.wordpress.com/64/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gmscrb.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gmscrb.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gmscrb.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gmscrb.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gmscrb.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gmscrb.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gmscrb.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gmscrb.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gmscrb.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gmscrb.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=64&subd=gmscrb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/26/kebangkitan-nasional-menolak-kenaikan-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/541ed8add3abc677cc8a80490cf97ea1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gmscrb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tolak Kenaikan BBM</title>
		<link>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/26/tolak-kenaikan-bbm/</link>
		<comments>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/26/tolak-kenaikan-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 17:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gmscrb</dc:creator>
				<category><![CDATA[stetment dan pernyataan sikap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gmscrb.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[
BBM Naik sama dengan Penyengsaraan Rakyat

Pemerintahan dalam suatu negara mempunyai fungsi untuk mengelola, melayani masyarakat dan mensejahterakan rakyatnya, tetapi itu tidak berlaku di Indonesia, pemerintah justru lebih cenderung menyengsarakan rakyatnya, ini bisa dilihat dan dibuktikan, salah satunya dengan dicabutanya subsidi BBM yang akhirnya harga BBM menjadi naik, kebijakan ini hanya menambah kesengsaraan masyarakat Indonesia. Kenapa…..?. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=63&subd=gmscrb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">BBM Naik sama dengan Penyengsaraan Rakyat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pemerintahan dalam suatu negara mempunyai fungsi untuk mengelola, melayani masyarakat dan mensejahterakan rakyatnya, tetapi itu tidak berlaku di Indonesia, pemerintah justru lebih cenderung <strong>menyengsarakan</strong> rakyatnya, ini bisa dilihat dan dibuktikan, salah satunya dengan dicabutanya subsidi BBM yang akhirnya harga BBM menjadi naik, kebijakan ini hanya menambah kesengsaraan masyarakat Indonesia. Kenapa…..?. Pencabutan subsidi bukanlah kebijakan yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat, kebijakan yang tidak sama sekali pro terhadap rakyat, kebijakan yang cenderung mengarah kepada <strong>“PENYENGSARAAN RAKYAT“</strong>, kebijakan yang menunjukkan <strong>ketidak-mampuan</strong> pemerintah dalam mengatasi permasalahan ekonomi dan dalam memberikan kesejahteraan masyarakat, dengan rencana kenaikkan BBM antara 25-30 %, harga kebutuhan pokok pun menjadi melambung naik, karena memang BBM adalah salah satu barang yang vital (penting), ketika BBM naik semua aspek social akan terpengaruh, terlebih aspek yang bersifat ekonomis akan menjadi naik. Kenaikan BBM dengan dicabutnya subsidi, ditengah kondisi masyarakat yang miskin dan bahkan dibawah garis kemiskinan, <strong>lagi dan lagi</strong> akan membebankan masyarakat, dengan alasan untuk menyelamatkan beban keuangan Negara (APBN) yang devisit, seharusnya pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan bukan kebijakan yang akhirnya dibebankan kepada rakyat, pemerintah harusnya harus bisa mencari jalan keluar yang lebih pro rakyat dengan upaya menjadikan rakyat sejahtera, mendorong<span> </span>ekonomi rakyat bisa lebih mandiri sehingga memudahkan rakyat di dalam melakukan kegiatan-kegiatan atau upaya-upaya perbaikan ekonomi rakyat.<span id="more-63"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Terlebih kebijakan dialihkannya subsidi BBM tersebut dengan BLT Plus dan semacamnya adalah hanya kebijakan yang bersifat <strong>“Surak”</strong> dan hanya untuk <strong>ngadem-ngademi </strong>gejolak masyarakat, dan kebijakan tersebut bukanlah kebijakan yang mendidik dan tidak memberikan pendidikan terhadap rakyat, dan justru akan menimbulkan konflik pada akar rumput (horizontal), dan pemerintah sendirilah yang menjadikan rakyatnya sengsara dan menciptakan keresahan social dan membuat kondisi masyarakat yang tidak kondusif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Banyak jalan keluar untuk menyelamatkan keuangan Negara, bukan hanya dengan cara menaikkan harga BBM. Dengan cara mengurangi pembelanjaan Negara yang terlaku boros, memberantas pungutan-pungutan liar yang dapat merugikan keuangan Negara, termasuk memberantas <strong>KORUTOR dan pembalakan kayu (illegal loging)</strong>, mengambil alih produksi minyak bumi yang banyak dikelol oleh pihak asing serta mengoptimalkan SDA yang masih belum optimal dimanfaatkan, sebenarnya adalah salah satu opsi/solusi dari banyak opsi yang bisa pemerintah lakukan, tapi sayangnya pemerintah tidak ada keberanian untuk melakukan itu. Pemerintah hanya bisa dan berani untuk menyengsarakan masyarakat dan pemerintah hanya bisa memikirkan bagaimana mensejahterakan dirinya sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Sekali lagi, bahwa kebijakan mencabut subsidi BBM dan menaikkan harga BBM adalah kebijakan yang tidak bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan kebijakan yang memihak kepada rakyat kecil, kebijakan yang salah kaprah dan merupakan kebijakan “PENYENGSARAAN RAKYAT”.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Daftar Kesengsaraan dan penderintaan rakyat sudah parah, akut dan kronis, penderitaan rakyat akan semakin panjang dengan keijakan menaikan harga BBM, kemiskinan dan pengangguran masal akan terjadi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">BBM naik = Kesengsaraa Masal</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">BBM naik = Pemiskinan Massal</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">BBM naik = Pembunuhan Perlahan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Rakyat hanya dijadikan sebagai objek-penderita-kebijakan yang menguntungkan kaum kapiatal capital.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Maka<span> </span>dari itu kami yang tergabung dalam <strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Gerakan Mahasiswa Sosialis ( GMS) Cirebon</span></strong> menuntut :</p>
<ol>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Menolak kenaikan harga BBM</span></strong></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Sita asset – asset para koruptor dan adili. </span></strong></div>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Tim Propaganda</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Gerakan Mahasiswa Sosialis <strong>(GMS)</strong> Cirebon</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gmscrb.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gmscrb.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gmscrb.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gmscrb.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gmscrb.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gmscrb.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gmscrb.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gmscrb.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gmscrb.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gmscrb.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gmscrb.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gmscrb.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=63&subd=gmscrb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/26/tolak-kenaikan-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/541ed8add3abc677cc8a80490cf97ea1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gmscrb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tolak Kenaikan BBM, Sita Harta Koruptor</title>
		<link>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/19/tolak-kenaikan-bbm-sita-harta-koruptor/</link>
		<comments>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/19/tolak-kenaikan-bbm-sita-harta-koruptor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 13:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gmscrb</dc:creator>
				<category><![CDATA[PRESS RELEASE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gmscrb.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Senin , 19 Mei 2008 , 17:59:22 wib
Tolak Kenaikan BBM, Sita Harta Koruptor
Erwin Adriansyah
CIREBON, TRIBUN - Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos), Forum Diskusi Mahasiswa (Fordisma) Untag 45, PMII, KAMMI, Somasi, dan Presma Unswagati berunjuk rasa di Balaikota Cirebon, Senin (19/5).
Tuntutannya, menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menangkap, mengadili, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=81&subd=gmscrb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:10px;color:#ee0000;">Senin , </span><span style="font-size:10px;color:#ee0000;">19 Mei 2008 , </span><span style="font-size:10px;color:#ee0000;">17:59:22 wib<br />
</span><span class="judul">Tolak Kenaikan BBM, Sita Harta Koruptor</span><br />
<span style="font-size:10px;color:#009933;">Erwin Adriansyah</span></p>
<div style="font-size:12px;color:#000000;line-height:16px;font-family:Arial;text-align:justify;"><strong>CIREBON, TRIBUN -</strong> Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos), Forum Diskusi Mahasiswa (Fordisma) Untag 45, PMII, KAMMI, Somasi, dan Presma Unswagati berunjuk rasa di Balaikota Cirebon, Senin (19/5).</div>
<p>Tuntutannya, menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menangkap, mengadili, dan menyita harta para koruptor, serta memberlakukan pajak progresif.<br />
Aksi itu diawali dengan orasi di depan Unswagati, Jalan Pemuda. Di lokasi itu, para pengunjuk rasa sempat melakukan aksi bakar ban yang berakibat terganggunya arus lalu lintas. Untungnya, aparat segera bertindakmengamankan situasi dan kelancaran arus lalu lintas.<br />
Selanjutnya sambil berjalan beriringan dan membentangkan spanduk bertuliskan penolakan kenaikan BBM, para pengunjuk rasa bergerak ke Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini Kota Cirebon.<br />
Sekitar pukul 11.00, pengunjuk rasa berjalan menuju Balaikota Cirebon. Di tempat ini, mereka kembali melakukan aksi bakar ban. Tanpa diduga para mahasiswa melompati pagar Balaikota dan memasuki areal kantor Pemerintah Kota Cirebon.<br />
Di komplek bangunan bersejarah ini, para mahasiswa ingin bertemu dengan Walikota Cirebon, Subardi. Namun, Subardi tidak berada di tempat. Di Balaikota massa kembali dihadang polisi yang langsung dikomandoi Kapolres Kota Cirebon AKBP Mashudi.<br />
Shandi, seorang pengunjuk rasa mengatakan, kenaikan BBM dapat menyengsarakan rakyat. Mayazhar, pengunjuk rasa lainnya, mengharapkan pemerintah berpihak kepada rakyat dengan tidak menaikkanharga BBM. <strong>(nip)</strong></p>
<p><strong>Sumber : <a href="http://tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=9488&amp;kategori=9" target="_blank">TRIBUN JABAR</a></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gmscrb.wordpress.com/81/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gmscrb.wordpress.com/81/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gmscrb.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gmscrb.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gmscrb.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gmscrb.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gmscrb.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gmscrb.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gmscrb.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gmscrb.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gmscrb.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gmscrb.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=81&subd=gmscrb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/19/tolak-kenaikan-bbm-sita-harta-koruptor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/541ed8add3abc677cc8a80490cf97ea1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gmscrb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Filsafat Untuk Perjuangan Massa</title>
		<link>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/14/filsafat-untuk-perjuangan-massa/</link>
		<comments>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/14/filsafat-untuk-perjuangan-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 12:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gmscrb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[REFERENSI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gmscrb.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Filsafat Untuk Perjuangan Massa
I. Pengertian Filsafat
Filsafat berasal dari kata philos (cinta) dan shopia (kearifan, pengetahuan, dan kebijaksanaan). Jadi pengertian filsafat ialah cinta kepada pengetahuan, kearifan, dan kebijaksanaan. Orang yang cinta pengetahuan adalah orang yang selalu ingin tahu hakikat tentang gejala dan peristiwa alam dan sosial. Orang yang cinta kearifan adalah orang yang selalu menggunakan pengetahuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=58&subd=gmscrb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Filsafat Untuk Perjuangan Massa</p>
<p>I. Pengertian Filsafat</p>
<p>Filsafat berasal dari kata philos (cinta) dan shopia (kearifan, pengetahuan, dan kebijaksanaan). Jadi pengertian filsafat ialah cinta kepada pengetahuan, kearifan, dan kebijaksanaan. Orang yang cinta pengetahuan adalah orang yang selalu ingin tahu hakikat tentang gejala dan peristiwa alam dan sosial. Orang yang cinta kearifan adalah orang yang selalu menggunakan pengetahuan sosial (perasaan, pikiran, dan kepentingan masyarakat) sebagai pedoman bertindak dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial, dan orang yang cinta kebijaksanaan adalah orang yang selalu menguji pengetahuannya itu dengan praktek, atau orang yang membela kepentingan “orang-orang yang menderita”. Dengan demikian filsafat adalah ilmu berpikir yang bertumpu pada kehidupan nyata yang menghasilkan pengetahuan, kearifan, dan kebijaksanaan.<br />
Pengetahuan ialah hasil tahu manusia mengenai sesuatu obyek, atau hasil tahu karena diberitahu orang lain. Tahu adalah hasil kerja otak setelah mengolah pengalaman inderawi, atau setelah diberitahu orang lain. Hasil kerja otak setelah mengolah pengalaman inderawi disebut pengetahuan langsung, sedangkan hasil kerja otak setelah diberitahu orang lain disebut pengetahuan tidak langsung. Pada umumnya manusia menggunakan pengetahuannya sebagai dasar bertindak untuk mencapai tujuan.<span id="more-58"></span><br />
Kearifan ialah pengetahuan sosial yang mengarahkan tingkah laku manusia. Manusia yang arif adalah manusia yang tingkah lakunya didasarkan pada pengetahuan sosial yang dimilikinya untuk kepentingan sosial, khususnya untuk kepentingan rakyat jelata yang menderita. Makin luas pengetahuannya makin arif perilakunya dan makin berpihak kepada kepentingan rakyat jelata yang menderita.<br />
Kebijaksanaan ialah pengetahuan yang telah diuji oleh pengalaman praktek, sehingga manusia dapat memihak kepada rakyat jelata yang menderita. Orang bijaksana ialah orang yang mempunyai: (1) pendirian teguh, (2) pandangan yang obyektif, dan (3) sikap dan tindakan yang tegas memihak kepentingan rakyat jelata yang menderita.<br />
Orang yang arif-bijaksana ialah orang yang perilakunya didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman yang disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan kondisi lingkungan hidupnya. Atau orang arif-bijaksana adalah orang yang selalu bisa menempatkan diri di dalam segala tempat dan waktu dan selalu mampu memimpin perubahan dan perkembangan masyarakat. Atau orang yang berpihak kepada perasaan, pikiran, dan kepentingan rakyat jelata yang menderita. Orang arif-bijaksana ialah orang yang mengerti dan memahami filsafat, bahwa penderitaan sebagian besar orang adalah akibat dari penindasan sebagian kecil orang lain.<br />
Hakikatnya filsafat yang diartikan sebagai cinta pengetahuan, kearifan, dan kebijaksanaan itu adalah:<br />
 Ilmu tentang dunia (alam dan sosial), atau pendirian tentang alam dan sosial<br />
 Pandangan tentang dunia (alam dan sosial) yang dinyatakan secara teori<br />
 Metode berpikir untuk memecahkan masalah alam dan sosial<br />
 Sikap hidup dalam menghadapi gejala-peristiwa alam dan sosial<br />
 Pedoman untuk bertindak dalam menghadapi gejala-peristiwa alam dan sosial</p>
<p>II. Obyek Filsafat<br />
Obyek filsafat ialah segala sesuatu yang ada dalam ruang dan waktu, yaitu perubahan dan perkkaembangan alam, manusia, dan masyarakat. Yang ada di dunia ialah alam dan manusia; binatang termasuk katagori alam. Interaksi manusia dengan alam melahirkan pikiran tentang alam, selanjutnya melahirkan pengetahuan, teori, dan ilmu alam. Interaksi manusia dengan manusia lainnya melahirkan pikiran tentang manusia dan masyarakat. kemudian melahirkan pengetahuan, teori, dan ilmu manusia dan ilmu masyarakat atau ilmu sosial yang didalamnya termasuk ilmu ekonomi, hukum, politik, dan ilmu budaya.<br />
Aspek-aspek yang disoroti filsafat ialah: (1) aspek keberadaan atau ontologis, dan (2) aspek keseluruhan. Segala sesuatu yang dibicarakan harus diikuti oleh aspek keberadaan sesuatu; keberadaan merupakan dasar pemikiran filsafat. Di samping itu filsafat berusaha melihat obyeknya yang utuh, tidak dipecah-pecah; filasat tidak membahas obyek secara fragmentaris, tetapi secara integral dan saling berhubungan, konflik (kontradiksi), perubahan dan perkembangan, maka filsafat harus menggunakan logika dialektik.<br />
Dalam filsafat banyak pendapat yang saling berbeda dan bertentangan, tetapi terus berkembang dan ada sesuatu kesatuan, yakni kesatuan analisis yang harmonis dan logis, artinya sesuainya apa yang dipikirkan dengan hal-hal yang kongkrit. Aspek ontologis dan keseluruhan itu harus dianalisis dan dipahami dalam hubungannya antara: (1) bentuk dan isi, (2) sebab dan akibat, (3) gejala dan hakikat, (4) keharusan dan kebetulan, (5) keumuman dan kekhususan.<br />
Manusia harus berfilsafat karena ia memiliki otak (rasio), di samping emosi, dan kehendak. Emosi melahirkan keyakinan, keberanian, dan keindahan (estetika); kehendak melahirkan tindakan dan etika; dan rasio melahirkan logika dan ilmu. Oleh sebab itu dalam mengarungi samudera kehidupan manusia harus berfilsafat, artinya:<br />
 Berpikir rasional, kritis, dialektik, holistik, kreatif, analitik atas segala sesuatu sehingga meperoleh arti atau makna tentang sesuatu itu.<br />
 Berperilaku secara sadar dalam menghadapi gejala alam dan sosial; kesadaran itulah yang membuat manusia tidak mudah diombang-ambingkan oleh gejala/peristiwa alam dan sosial atau tidak mudah diombang-ambingkan masalah yang dihadapi.<br />
 Menangkap ajaran dan pengertiannya secara ilmu, kemudian menerapkannya dalam praktek, selanjutnya mengambil pengalaman dari praktek dan menyimpulkan praktek itu secara ilmu.<br />
 Mencari makna berdasar pada pengalaman hidup kongkrit di dunia dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi berikutnya; pengalaman itu direfleksi dan dicari arti atau maknanya kemudian disusun secara sistematis menjadi ilmu sebagai pedoman berpikir dan berperilaku.</p>
<p>III. Kegunaan Filsafat<br />
Kegunaan filsafat ialah untuk memperoleh pengertian (makna) dan untuk menjelaskan gejala atau peristiwa alam dan sosial. Itu berarti orang yang berfilsafat harus berpikir obyektif atas hal-hal yang obyektif, bukan menghayal. Orang berfilsafat harus mampu menjelaskan hubungan antara sebab dan akibat, antara bentuk dan isi, antara gejala dan hakikat, kekhususan dan keumuman, kebetulan dan keharusan.<br />
Untuk dapat menjelaskan saling hubungan hal-hal di atas, orang berfilsafat harus berpikir mendasar (radikal) dan kritis (mempertanyakan). Semua gejala alam dan sosial yang dapat diobservasi harus dicari hakikatnya; semua kejadian harus dicari sebabnya; semua yang nampak (yang mempunyai bentuk) harus dicari isinya; semua kejadian khusus harus dicari keumumannya; dan semua yang terjadi secara kebetulan harus dicari keharusannya. Artinya semua masalah harus bisa dipecahkan (atau diberi jawabannya); jika saat ini belum bisa dipecahkan (diberi jawabannya), maka harus dicari terus-menerus pemecahannya (jawabannya).<br />
Berfilsafat itu penting, sebab dengan berfilsafat orang akan mempunyai pedoman untuk bersikap dan bertindak secara sadar dalam menghadapi berbagai gejala yang timbul dalam alam dan masyarakat. Kesadaran itu akan membuat seseorang tidak mudah digoyahkan dan diombang-ambingkan oleh timbulnya gejala-gejala atau problema-problema yang dihadapi.<br />
Untuk dapat berfilsafat, manusia harus belajar filsafat dengan cara yang benar. Cara belajar filsafat yang benar adalah harus menangkap ajarannya dan pengertiannya secara ilmu, artinya mempelajai aliran-aliran filsafat, kemudian memadukan ajaran dan pengertian itu dengan praktek. Selanjutnya mengambil pengalaman dari praktek, dan kemudian menyimpulkan praktek secara ilmu.<br />
Berfilsafat berarti bersikap dan bertindak secara sadar berdasarkan ilmu untuk menjelaskan secara rasional gejala-peristiwa alam dan sosial. Berfilsafat tidak bersikap dan bertindak secara tradisi, kebiasaan, adat-istiadat, dan naluri, tetapi bersikap dan bertindak kritis terhadap itu semuanya, mencari sebab, mencari isi, dan mencari hakikat dari itu semuanya. Berfilsafat juga tidak menerima takdir atau nasib begitu saja, tetapi mengubah nasib atau takdir dengan perbuatan.<br />
Ilmu pengetahuan formal mempelajari struktur-struktur tertentu yang tidak berdasarkan pengalaman inderawi, tetapi berdasar kemampuan kerja otak. Ia membahas forma-forma (bentuk-bentuk) tertentu seperti matematika dan logika. Ilmu formal merupakan hasil kerja otak tanpa observasi kenyataan obyektif; ia lahir dari hasil kontradiksi ide atau dialektika ide, maka ia memiliki wilayah yang tidak terbatas samapi pada hal-hal yang metafisika (di luar kenyataan obyektif). Intinya ilmu pengetahuan formal ialah berpikir logis (logika).<br />
Logika dapat dikatagorikan menjadi dua yaitu logika formal (logika bentuk) dan logika material (isi). Logika formal (bentuk) mencari penalaran yang logis dari berbagai bentuk premis (pernyatan); premis atau pernyataan menjadi dasar kesimpulan logis. Logika material (isi) mencari kebenaran melalui penjelasan hakikat materi; ia menangkap gejala kemudian mencari hakikatnya, atau menangkap bentuk kemudian mencari isinya, atau menangkap akibat kemudian mencari sebabnya. Perkembangan berpikir logis melahirkan filasafat.</p>
<p>IV. Sejarah Lahirnya Filsafat<br />
Filsafat lahir dari keraguan (skeptis), kekaguman (keheranan), dan dari berpikir kritis (mempertanyakan) terhadap gejala-peristiwa alam dan sosial.<br />
 Keraguan (skeptis): mendorong manusia mencari pemecahan atas sesuatu yang diragukan, tokohnya ialah dan Rene Descartes (1596-160), pendapatanya ialah “cogito ergo sum” artinya saya berpikir maka saya ada; ia tidak ragu-ragu lagi bahwa keberadaannya karena ia berpikir; pikiran menentukan keberadaan, atau ide menentukan materi.<br />
 Kekaguman (keheranan): melihat kebesaran alam, manusia mencari prinsip dasar terjadinya alam; tokohnya:<br />
o Thales (625-545 SM ) ia menjelaskan bahwa prinsip dasar alam ialah air<br />
o Heraklitus (540-475 SM), ia menjelaskan bahwa prinsip dasar alam ialah api<br />
o Anaximenes (538-480 SM), ia menjelaskan bahwa prinsip dasar alam ialah udara<br />
o Empedokles (492-432 SM), ia menjelaskan bahwa prinsip dasar alam ialah tanah<br />
Empat unsur inilah yang diyakini oleh para filosof Yunani tersebut di atas membentuk alam, di dalamnya termasuk manusia. Manusia adalah bagian dari alam. Pemikiran para filosof tersebut didasarkan pada hal-hal yang kongkrit yang dapat diobservasi. Paham tersebut dapat disebut “Materialisme Kuno”.<br />
 Berpikir Kritis: tidak menerima begitu saja apa adanya; selalu mempertanyakan apa saja terutama sesuatu yang mapan (established); berpikir kritis tidak menggunakan asumsi terlebih dahulu.</p>
<p>V. Masalah Pokok Filsafat<br />
Yang dimaksud masalah di sini adalah pokok perdebatan dalam aliran filsafat. Dalam pemikiran filsafat terdapat banyak aliran, tetapi yang paling banyak diperdebatkan adalah hubungan ide (pikiran) dan materi (kondisi obyektif). Hubungan ide dan materi menjadi pokok perdebatan para filosof, yaitu mana yang primer dan mana yang sekunder, ide atau materi. Perdebatan inilah yang melahirkan filsafat terbagi menjadi dua kubu yaitu kubu idealisme dan kubu materialisme (obyektivisme).<br />
 Kubu Filsafat Idealisme<br />
Yakni aliran filsafat yang memandang dan menyatakan bahwa ide atau pikiran sebagai hal yang primer dan materi atau keadaan obyektif sebagai hal yang sekunder. Itu berarti bahwa keadaan obyektif (sesuatu yang kongkrit itu ada) adalah hasil dari ide (pikiran). Tokohnya yang sangat terkenal adalah Plato (427-347 SM), ia menyatakan bahwa ide melahirkan materi (dunia).<br />
 Kubu Filsafat Materialisme (Obyektivisme)<br />
Yakni aliran filsafat yang memandang dan menyatakan bahwa materi (keadaan obyektif) adalah primer dan ide atau pikiran adalah sekunder. Itu berarti bahwa ide (pikiran) itu dilahirkan oleh keadaan obyektif; keadaan obyektif yang berupa otak itu ada, baru otak bekerja melahirkan pikiran. Tokohnya yang terkenal adalah Karl Marx (1818-1883), ia mengatakan bahwa: “keadaan sosial melahirkan kesadaran sosial” atau materi melahirkan ide.</p>
<p>Di samping dua kubu pokok di atas terdapat aliran filsafat Dualisme, yakni semua aliran filsafat yang memandang dan menyatakan ide (pikiran) dan materi (keadaan) adalah kedua-duanya primer, tidak ada yang sekunder. Pandangan ini tidak berdasarkan kenyataan, tetapi berdasarkan ide (pikiran) yang direkayasa (diadakan, dibuat oleh pikiran itu sendiri). Pada hakikatnya filsafat dualisme termasuk aliran filsafat idealisme.<br />
Filsafat selalu mencerminkan watak dan mewakili kepentingan klas (golongan) tertentu dalam masyarakat. Oleh karena itu filsafat hakikatnya merupakan watak dari sesuatu klas (golongan). Golongan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan yaitu golongan yang memiliki alat produksi dan golongan yang tidak memiliki alat produksi.<br />
 Filsafat Idealisme<br />
Mencerminkan watak dan mewakili kepentingan klas pemilik alat-alat produksi, yang menindas dan menghisap. Mereka merekayasa dalam pikirannya bahwa kepemilikannya atas alat-alat produksi itu adalah merupakan “takdir atau kodrat” yang diberikan oleh kekuatan “supranatural”, atau merupakan hasil prestasi kerjanya sendiri.</p>
<p> Filsafat Materialisme (obyektivisme)<br />
Mencerminkan watak dan mewakili kepentingan klas yang bukan pemilik alat-alat produksi yaitu klas yang tertindas dan terhisap atau kaum buruh. Mereka sadar bahwa hasil kerjanya dimiliki oleh pemilik alat produksi; mereka diberi sebagian hasil kerjanya oleh pemilik alat produksi yang berupa upah (gaji) dalam sistem sosial kapitalisme. Dalam sistem sosial pemilikan budak, para budak bahkan tidak diberi bagian hasil kerjanya; para budak hanya diberi makan-minum untuk dapat melakukan pekerjaan karena para budak adalah alat produksi yang dimiliki oleh kaum pemilik budak. Dalam sistem sosial feodalisme, para tani hamba menerima hasil kerja atas putusan kaum feodal (pemilik alat produksi). Dalam masyarakat pemilikan budak alat produksinya adalah budak (manusia yang diperlakukan sebagai budak); dalam masyarakat feodalisme alat produksinya adalah tanah; dan dalam masyarakat kapitalisme alat produksinya adalah kapital.</p>
<p>Hakikatnya aliran filsafat yang utama ialah materi (kenyataan obyektif) dan ide (pikiran). Jika materi itu yang melahirkan ide, maka disebut filsafat materialisme. Jika ide itu melahirkan materi, maka disebut filsafat idealisme. Manusia bebas mengikuti salah satu dari dua aliran tersebut. Dalam menentukan pilihan untuk mengikuti salah satu aliran filsafat tersebut, pada umumnya manusia ditentukan oleh kondisi obyektif kehidupannya dan kebudayaannya.</p>
<p>VI. Tentang Logika<br />
Ilmu pengetahuan formal mempelajari struktur-struktur tertentu yang tidak berdasarkan pengalaman inderawi, tetapi berdasar kemampuan kerja otak. Ia membahas forma-forma (bentuk-bentuk) tertentu seperti matematika dan logika. Ilmu formal merupakan hasil kerja otak tanpa observasi kenyataan obyektif; ia lahir dari hasil kontradiksi ide atau dialektika ide, maka ia memiliki wilayah yang tidak terbatas samapi pada hal-hal yang metafisika (di luar kenyataan obyektif). Intinya ilmu pengetahuan formal ialah berpikir logis (logika).<br />
Logika dapat dikatagorikan menjadi dua yaitu logika formal (logika bentuk) dan logika material (isi). Logika formal (bentuk) mencari penalaran yang logis dari berbagai bentuk premis (pernyatan); premis atau pernyataan menjadi dasar kesimpulan logis. Logika material (isi) mencari kebenaran melalui penjelasan hakikat materi; ia menangkap gejala kemudian mencari hakikatnya, atau menangkap bentuk kemudian mencari isinya, atau menangkap akibat kemudian mencari sebabnya. Perkembangan berpikir logis melahirkan filasafat.</p>
<p>VII. Tentang Dialektika<br />
Berpikir dialektik artinya berpikir tentang saling hubungan, kontradiksi, dan gerak (berubah dan berkembang). Ada dua macam berpikir dialektik yaitu dialektika idealis dan dialektika materialis. Dialektika idealis menjelaskan bahwa yang dialektik adalah ide atau pikiran. Sedangkan dialektika materialis menjelaskan bahwa yang dialektik adalah materi atau kondisi obyektif (alam dan sosial). Dalam kajian ini pokok bahasannya adalah berpikir dialetika materialis.<br />
Dialektika ialah gerak dan saling hubungan. Materialis (kondisi obyektif) ialah segala sesuatu yang ada secara obyektif, dapat diobservasi dan dapat diverifikasi. Segala sesuatu yang secara obyektif ada mempunyai saling hubungan yang satu dengan yang lainnya, dan bergerak (berubah dan berkembang). Gerak (berubah dan berkembang) dalam pandangan dialektika materialis mempunyai tiga asas yaitu kontradiksi, perubahan kuantitas ke kualitas, dan negasi dari negasi. Kontradiksi memberi jawaban tentang pertanyaan mengapa sesuatu itu berubah dan berkembang; perubahan kuantitas ke kualitas memberi jawaban tentang bagaimana sesuatu berubah dan berkembang; dan negasi dari negasi memberi jawaban tentang kemana arah berubah dan berkembangnya materi<br />
(Prabowo)</p>
<p>*****</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gmscrb.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gmscrb.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gmscrb.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gmscrb.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gmscrb.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gmscrb.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gmscrb.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gmscrb.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gmscrb.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gmscrb.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gmscrb.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gmscrb.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=58&subd=gmscrb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/14/filsafat-untuk-perjuangan-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/541ed8add3abc677cc8a80490cf97ea1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gmscrb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amerika Latin Melawan Neoliberalisme</title>
		<link>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/07/amerika-latin-melawan-neoliberalisme/</link>
		<comments>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/07/amerika-latin-melawan-neoliberalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 18:20:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gmscrb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[REFERENSI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gmscrb.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Amerika Latin Melawan Neoliberalisme
Dikirim oleh : antiglobalisasi
Pada tanggal : 24-02-2006, 19:08
nasional / globalisasi / other press
Hantu sosialisme sedang membayangi Amerika Latin. Proyek neoliberalisme yang mengibarkan panji Konsensus Washington gemetar di hadapannya.
”Mimpi buruk bagi Amerika Serikat (AS),” kata petani koka yang menjadi Presiden Bolivia Evo Moralles, dengan Gerakan Menuju Sosialisme (MAS).
Disusul Cile dari Partai Sosialis dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=56&subd=gmscrb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Amerika Latin Melawan Neoliberalisme<br />
Dikirim oleh : antiglobalisasi<br />
Pada tanggal : 24-02-2006, 19:08<br />
nasional / globalisasi / other press<br />
Hantu sosialisme sedang membayangi Amerika Latin. Proyek neoliberalisme yang mengibarkan panji Konsensus Washington gemetar di hadapannya.</p>
<p>”Mimpi buruk bagi Amerika Serikat (AS),” kata petani koka yang menjadi Presiden Bolivia Evo Moralles, dengan Gerakan Menuju Sosialisme (MAS).<br />
Disusul Cile dari Partai Sosialis dalam koalisi kiri-tengah La Concertacion, Michele Bachelet. Presiden Bachelet, pendukung Salvador Allende yang dibunuh Pinochet pada kudeta ”Operasi Jakarta 1973”, sempat disiksa. Venezuela digenggam kolonel pensiunan, militer-progresif, Hugo Chavez. Brasil di tangan Luiz Inazio Lula da Silva dari Partido Trahabaldores (Partai Buruh).</p>
<p>Uruguay dipimpin Tabare Vasquez dari Frente Amplio (Broad Front). Alfredo Palacio memimpin Ekuador, sebelumnya wakil presiden kolonel kiri Lucio Gutierrez. Argentina dipimpin Nestor Kirchner dari Partai Peronis dengan platform politik kiri- tengah. Farabundo Marti National Liberation (FMLN), dari organisasi gerilyawan menjadi kekuatan politik kedua di El Salvador.</p>
<p>Sosialisme dan pemilu</p>
<p>Sosialisme apa ini? Beragam perspektif dan strategi pemerintah, dari participatory budgeting Lula hingga renta petrolera Chaves. Secara umum spektrum ideologis gerakan sosialis bergerak dari garis kontinum tengah dan kiri radikal menuju ke kiri tengah. Koalisi bernama Frente Amplio (Front Besar) di Uruguay dan La Concertacion di Cile merupakan cermin beragamnya elemen. Mereka menyebut ”keluarga kiri” karena yang terlibat Katolik/Kristen, intelektual bebas, Marxist, kiri-baru, serikat buruh, suku asli Indian, dan militer progresif, juga gerilyawan Uruguay, El Salvador, dan Bolivia.<span id="more-56"></span></p>
<p>Gagasan ekstrem kiri yang dianut Fidel Castro, kuncen Amerika Latin (1959), sebagian berseberangan dengan sosialisme di Amerika Latin sekarang. Karena Castro tetap mempertahankan kediktatoran proletar dengan partai tunggal, tanpa pemilu, dan menjadi presiden seumur hidup.</p>
<p>Sumber inspirasi historis mereka, Allende (1970-1973), Sandinista (1979-1990), Juan Peron, dan runtuhnya Tembok Berlin mengakhiri kediktatoran proletar Uni Soviet dan Eropa Timur.</p>
<p>Konsensus Washington</p>
<p>Saat kediktatoran militer menjamur dalam perang dingin AS- Uni Soviet, aktivis sosialis di Amerika Latin termasuk Indonesia bergerilya. Pasca-Perang Dingin, strategi menjadi gerakan elektoral memanfaatkan ruang demokratis melalui pemilu. AS mendorong pemilu prosedural guna membentuk rezim representatif yang mendukung neoliberalisme, kapitalisme-pasar-bebas (free-market-led-capitalism) menggantikan kapitalisme-negara (state-led-capitalism) di bawah diktator militer.</p>
<p>Melawan Konsensus Washington merupakan penggerak utama gelombang sosialisme Amerika Latin. Perjuangan demokrasi dalam politik melawan kapitalisme baru, neoliberalisme.</p>
<p>Apakah Konsensus Washington itu? (1) mengurangi pengeluaran publik, khususnya militer dan administrasi publik; (2) liberalisasi keuangan, dengan suku bunga yang ditentukan pasar; (3) liberalisasi perdagangan, disertai penghapusan izin impor dan pengurangan tarif; (4) mendorong investasi langsung asing; (5) privatisasi BUMN; (6) deregulasi ekonomi; (7) nilai tukar yang kompetitif untuk pertumbuhan berbasis ekspor; (8) menjamin disiplin fiskal dan mengendalikan defisit anggaran; (9) reformasi pajak; (10) perlindungan hak cipta. Semua itu tercermin dalam agenda WTO, Bank Dunia, IMF, dan perbankan regional (ADB, AfDB, IADB, EBRD).</p>
<p>Prospek dan masalah</p>
<p>Bila pemerintahan kiri bertahan 1-2 periode pemilu, wajah Amerika Latin akan berubah. Mereka menghantam kemiskinan, ketimpangan sosial, dan jerat utang luar negeri. Kini 60 persen populasi Amerika Latin hidup miskin, 30 persen di antaranya miskin ekstrem, 40 persen pendapatan nasional diraup 10 persen terkaya, sedangkan 40 persen termiskin meraih 15 persen.</p>
<p>Selama 1992-2001, 1,2 triliun dollar AS untuk membayar utang luar negeri. Namun, jumlah utang meningkat dua kali, dari 478,700 juta dollar AS (1992) menjadi 817,200 juta dollar AS (2001).</p>
<p>Mereka juga mempromosikan demokrasi partisipatif, seperti participatory budgeting di Brasil, sehingga APBD (mungkin APBN) menjadi hak demokratis tiap warga negara guna menentukan alokasinya. Kelemahan eksperimen Amerika Latin di antaranya (1) alternatif kebijakan terjebak perangkap neoliberal sehingga Cile disebut soft neoliberalism; rezim kanan El Salvador menandatangani pakta perdagangan bebas dengan AS, memunggungi FMLN; (2) populisme nasional Peronis lebih kuat mewarnai Chavez; (3) sosialisme warna- warni karena perspektif teoritis beragam, eklektik, dan terikat program jangka pendek; (4) jebakan korupsi mewarnai pemerintahan; (5) kepemimpinan gerilya menghambat kepemimpinan demokratis.</p>
<p>Masa depan sosialisme Amerika Latin amat tergantung pada upaya menciptakan alternatif sistem ekonomi solidaritas global dan regional (Axis of Good Chaves, Moralles, dan Castro) menandingi neoliberalisme global. Juga kemungkinan munculnya Jenderal Pinochet lain untuk menggulung gelombang sosialisme Amerika Latin?</p>
<p>Bagi kita, mencari ilmu boleh sampai China. Tetapi, belajar melek demokrasi partisipatif, belajarlah ke Amerika Latin.</p>
<p>M Fadjroel Rachman<br />
Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman Indonesia)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gmscrb.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gmscrb.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gmscrb.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gmscrb.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gmscrb.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gmscrb.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gmscrb.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gmscrb.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gmscrb.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gmscrb.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gmscrb.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gmscrb.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=56&subd=gmscrb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/07/amerika-latin-melawan-neoliberalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/541ed8add3abc677cc8a80490cf97ea1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gmscrb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gerakan Mahasiswa Revolusioner: Teori dan Praktek</title>
		<link>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/07/gerakan-mahasiswa-revolusioner-teori-dan-praktek/</link>
		<comments>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/07/gerakan-mahasiswa-revolusioner-teori-dan-praktek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 18:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gmscrb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[REFERENSI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gmscrb.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Ernest Mandels
Gerakan Mahasiswa Revolusioner: Teori dan Praktek

Pengantar
Pada tahun 1968, seorang Marxist dari Belgia, Ernest Mandel berbicara di depan 33 perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Kanada, dari Harvard ke Berkeley dan dari Montreal ke Vancouver. Lebih dari 600 orang memadati Education Auditorium di New York University pada tanggal 21 September 1968 untuk menghadiri &#8220;Majelis Internasional [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=55&subd=gmscrb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Ernest Mandels<br />
Gerakan Mahasiswa Revolusioner: Teori dan Praktek</p>
<p style="text-align:left;">
Pengantar<br />
Pada tahun 1968, seorang Marxist dari Belgia, Ernest Mandel berbicara di depan 33 perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Kanada, dari Harvard ke Berkeley dan dari Montreal ke Vancouver. Lebih dari 600 orang memadati Education Auditorium di New York University pada tanggal 21 September 1968 untuk menghadiri &#8220;Majelis Internasional Gerakan Mahasiswa Revolusioner&#8221;. Presenta¬si Mandel di tempat itu dipandang sebagai kejadian yang sangat menonjol oleh majelis dan salah satu saat penting dari seluruh perjalanannya. Pidato dan beberapa kutipan dari diskusi yang mengikutinya menjadi dua bagian pertama dari pamflet ini.<br />
Pidato Mandel adalah polemik yang sangat hebat terhadap kecenderungan &#8220;aktivisme&#8221; dan &#8220;spontanisme&#8221;, yang belakangan ini muncul di kalangan kaum radikal di dunia Barat. Ia kemudian berbicara mengenai konsepsi Marxis tentang integrasi yang tidak terpisahkan antara teori dan praktek. Selama diskusi, Mandel menjawab sejumlah pertanyaan yang kontroversial di kalangan kaum radikal dengan argumen panjang lebar. Beberapa di antaranya berbicara tentang azas sosial ekonomi dari Uni Sovyet, &#8220;Revolusi Kebudayaan&#8221; di Cina, perlunya dibentuk sebuah partai Leninis, dorongan moral lawan dorongan material, dan banyak hal lainnya.<br />
Bagian ketiga pamflet ini adalah pidato yang diberikan Mandel pada Seminar Ilmu dan Kesejahteraan yang diadakan di Universitas Leiden, Negeri Belanda pada tahun 1970, ketika sedang dilakukan perayaan 70 tahun universitas tersebut. Mandel berpen¬dapat bahwa kebutuhan kapitalisme saat ini akan tenaga kerja yang terlatih dalam jumlah besar merangsang ekspansi universitas yang cepat dan menghasilkan &#8220;proletarianisasi&#8221; tenaga intelektual, yang tunduk kepada tuntutan-tuntutan kapitalis dan tidak berhu¬bungan dengan bakat perorangan atau kebutuhan manusia.<br />
Makin terasingnya tenaga kerja intelektual ini sedikit banyak menggerakkan perlawanan mahasiswa yang, walaupun tidak menduduki posisi sebagai pelopor kelas buruh, dapat menjadi picu peledak di dalam masyarakat luas. Menurutnya mahasiswa memiliki kewajiban menerjemahkan pengetahuan teoretis, yang mereka peroleh di universitas, ke dalam kritik-kritik yang radikal terhadap keadaan masyarakat sekarang dan tentunya relevan dengan mayoritas penduduk. Mahasiswa harus berjuang di dalam universitas dan di balik itu untuk masyarakat yang menempatkan pendidikan untuk rakyat di depan penumpukan barang.<span id="more-55"></span><br />
BAB I<br />
Gerakan Mahasiswa Revolusioner:Teori dan Praktek<br />
Rudi Dutshcke, pemimpin mahasiswa Berlin dan sejumlah tokoh mahasiswa lainnya di Eropa, telah menjadikan konsep menyatunya teori dan praktek (teori dan praktek yang revolusioner tentunya) sebagai gagasan sentral aktivitas mereka. Ini bukan pilihan yang sewenang-wenang. Persatuan teori dan praktek ini dapat dibilang pelajaran yang paling berharga dari rekaman sejarah yang diukir oleh revolusi-revolusi yang telah berlalu di Eropa, Amerika dan bagian dunia lainnya<br />
Tradisi historis yang mengandung gagasan ini dimulai dari Babeuf melalui Hegel dan sampai ke Marx. Penaklukan ideologis ini berarti bahwa pembebasan manusia harus diarahkan pada usaha yang sadar untuk merombak tatanan masyarakat, untuk mengatasi sebuah keadaan di mana manusia didominasi oleh kekuatan ekonomi pasar yang buta dan mulai menggurat nasib dengan tangannya sendiri. Aksi pembebasan yang sadar ini tidak dapat dijalankan secara efektif, dan tentunya tidak dapat berhasil, jika orang belum menyadari dan mengenal lingkungan sosial tempatnya hidup, mengen¬al kekuatan sosial yang harus dihadapinya, dan kondisi sosial ekonomi yang umum dari gerakan pembebasan itu.<br />
Sama seperti persatuan antara teori dan praktek merupakan penuntun yang mendasar bagi setiap gerakan pembebasan saat ini, begitu pula Marxisme mengajarkan bahwa revolusi, revolusi yang sadar, hanya dapat berhasil jika orang mengerti azas masyarakat tempatnya hidup, dan mengerti kekuatan pendorong yang menggerak¬kan perkembangan sosial ekonomi masyarakat tersebut. Dengan kata lain, jika ia tidak mengerti kekuatan yang menggerakkan evolusi sosial, ia tidak akan sanggup mengubah evolusi itu menjadi sebuah revolusi. Ini adalah konsepsi utama yang diberikan Marxisme kepada gerakan mahasiswa revolusioner di Eropa.<br />
Kita akan coba melihat bahwa kedua konsep itu, menyatunya teori dan praktek, serta sebuah pemahaman Marxis terhadap kondisi obyektif masyarakat, yang telah ada jauh sebelum gerakan mahasis¬wa di Eropa lahir, ditemukan dan disatukan kembali dalam aksi-aksi perjuangan mahasiswa Eropa, sebagai hasil dari pengalamannya sendiri.<br />
Gerakan mahasiswa mulai bermunculan di mana-mana dan di Amerika Serikat pun tidak berbedasebagai perlawanan terhadap kondisi langsung yang dialami mahasiswa di dalam lembaga akademis mereka, di universitas dan sekolah tinggi. Aspek ini sangat jelas di dunia Barat tempat kita hidup, walaupun keadaannya sangat berbeda di negara-negara berkembang. Di sana, banyak kekuatan dan keadaan lain yang mendorong anak muda di universitas atau non-universitas untuk bangkit. Tapi selama dua dekade terakhir, anak muda yang masuk ke universitas di dunia Barat tidak menemukan di lingkungan rumah, kondisi keluarga atau masyarakat lokalnya alasan-alasan yang mendesak untuk melakukan perlawanan sosial.<br />
Tentunya ada beberapa perkecualian. Komunitas kulit hitam di Amerika Serikat termasuk di dalam perkecualian itu; para buruh imigran yang dibayar rendah di Eropa Barat juga termasuk di dalamnya. Bagaimanapun, di kebanyakan negara-negara Barat, maha¬siswa yang berasal dari lingkungan proletariat yang miskin masih menjadi minoritas yang sangat kecil. Mayoritas mahasiswa saat ini berasal dari lingkungan borjuis kecil atau menengah atau golongan penerima gaji atau upah yang mendapat bayaran lumayan. Ketika memasuki universitas mereka secara umum tidak disiapkan oleh hidup yang mereka jalani untuk sampai pada titik pemahaman yang jelas dan lengkap tentang alasan-alasan perlunya perlawanan sosial. Mereka baru akan memahaminya ketika berada di dalam kerangka universitas. Di sini aku tidak mengacu kepada sejumlah perkecualian atau golongan kecil elemen-elemen yang memiliki pengetahuan politik yang memadai, tapi kepada massa mahasiswa secara keseluruhan yang berhadapan dengan sejumlah kondisi, yang membimbing mereka pada jalan perlawanan<br />
Singkatnya, ini sudah mencakup organisasi, struktur dan kurikulum universitas yang amat tidak memadai dan serangkaian fakta material, sosial dan politik yang dialami dalam kerangka universitas borjuis, yang semakin tidak dapat ditahan oleh keban¬yakan mahasiswa. Menarik untuk dicatat bahwa para teoretisi dan pendidik borjuis yang berusaha memahami perlawanan mahasiswa, harus memasukkan sejumlah pernyataan di dalam analisis mereka terhadap lingkungan mahasiswa, yang telah lama mereka enyahkan dari analisis umum terhadap masyarakat.<br />
Beberapa hari yang lalu, ketika berada di Toronto, salah satu pendidik Kanada yang terkenal memberikan kuliah umum tentang sebab-sebab terjadinya perlawanan mahasiswa. Menurutnya, alasan-alasan perlawanan itu &#8220;secara mendasar bersifat material. Bukan berarti bahwa kondisi hidup mereka tidak memuaskan; bukan karena mereka diperlakukan buruh seperti buruh abad XIX. Tapi karena secara sosial kita menciptakan sejenis proletariat di universitas yang tidak berhak berpartisipasi dalam menentukan kurikulum, tidak berhak, setidaknya untuk ikut menentukan kehidupan mereka sendiri selama empat, lima atau enam tahun yang mereka habiskan di universitas.&#8221;Sekalipun aku tidak dapat menerima definisi yang non-Marxis tentang proletariat di atas, aku berpikir bahwa pengajar borjuis ini sebagian telah menelusuri salah satu akar dari perlawanan mahasiswa. Struktur universitas borjuis hanyalah cerminan dari struktur hirarki yang umum dalam masyarakat borjuis; keduanya tidak dapat diterima oleh mahasiswa, bahkan oleh tingkat kesadar¬an sosial yang sementara ini masih rendah. Kiranya terlalu berle¬bihan kalau saat ini juga kita coba membahas akar-akar psikologis dan moral dari gejala itu. Di beberapa negara di Eropa Barat, dan mungkin juga di Amerika Serikat, masyarakat borjuis seperti yang berkembang selama generasi terakhir ini, selama 25 tahun terakhir telah menghantam banyak elemen di dalam keluarga borjuis. Sebagai anak muda, para mahasiswa pembangkang diajarkan pertama-tama oleh pengalaman langsung untuk mempertanyakan semua bentuk wewenang, dimulai dengan wewenang orang tuanya.<br />
Hal ini paling terasa di negara seperti Jerman sekarang ini. Jika kalian tahu sesuatu tentang kehidupan di Jerman, atau mempe¬lajari cerminannya di dalam kesusastraan Jerman, maka kalian akan tahu bahwa sampai Perang Dunia II, wewenang paternal paling sedikit dipertanyakan di negara itu. Kepatuhan anak terhadap orang tua telah mendarah daging dalam proses penciptaan masyara¬kat (fabric of society). Anak-anak muda Jerman kemudian mengalami rangkaian pengalaman pahit yang dimulai dengan adanya generasi orang tua di Jerman yang menerima Nazisme, mendukung Perang Dingin, dan hidup nyaman dengan asumsi bahwa &#8220;kapitalisme rakyat&#8221; (disebut juga ekonomi pasar yang sosial), tidak akan menghadapi resesi, krisis dan masalah sosial. Kegagalan yang beruntun dari dua atau tiga generasi orang tua seperti itu kini menghasilkan rasa jijik di kalangan anak muda terhadap wewenang orang tua mereka. Perasaan ini membuat anak-anak tersebut, saat memasuki universitas, tidak menerima setiap bentuk wewenang begitu saja, tanpa perlawanan.<br />
Mereka pertama-tama berhadapan dengan wewenang para dosen dan lembaga-lembaga universitas yang paling tidak dalam bidang ilmu sosialnyata tidak berhubungan dengan realitas. Pelajaran yang mereka peroleh tidak memberikan analisis ilmiah yang obyek¬tif tentang apa yang sedang terjadi di dunia atau negara-negara Barat lainnya. Tantangan terhadap wewenang akademis dari lembaga inilah yang kemudian cepat bergeser menjadi tantangan terhadap isi pendidikannya.Sebagai tambahan, di Eropa kondisi material untuk universi¬tas masih sangat kurang. Terlalu penuh. Ribuan mahasiswa harus mendengar dosen-dosen berbicara melalui sound system. Mereka tidak dapat berbicara dengan dosen-dosen itu atau sedikitnya berhubungan, bertukar pikiran yang normal atau dialog. Perumahan dan makanan juga buruk. Faktor-faktor pendukung lainnya makin menajamkan kekuatan pemberontakan mahasiswa. Tapi, perlu aku tekanan bahwa dorongan utama untuk melakukan pemberontakan akan tetap ada, sekalipun persoalan-persoalan di atas telah dibenahi. Struktur otoriter dari universitas dan substansi yang sangat lemah dari pendidikan, paling tidak dalam bidang ilmu sosial, lebih menjadi penyebab ketimbang kondisi material di atas.<br />
Inilah alasan mengapa usaha-usaha mengadakan reformasi di universitas, yang disorongkan oleh sayap liberal dalam keadaan-keadaan yang berbeda dalam masyarakat neo-kapitalis barat mungkin menemui kegagalan. Reformasi ini tidak akan mencapai tujuannya karena tidak menyentuh persoalan dasar dari pemberontakan maha¬siswa. Mereka tidak berusaha menekan sebab-sebab keterasingan mahasiswa, dan sekalipun melakukannya, mereka hanya akan membuat mahasiswa makin terasing.<br />
Lalu apa tujuan reformasi di universitas seperti yang diaju¬kan oleh kaum reformis liberal di dunia barat? Dalam kenyataan, rancangan reformasi itu tidak lain untuk meluruskan organisasi universitas agar sesuai dengan kepentingan ekonomi neo-kapitalis dan masyarakat neo-kapitalis. Tuan-tuan itu mengatakan: tentu sangat disayangkan adanya proletariat akademis; sayang sekali begitu banyak orang yang meninggalkan universitas dan tidak berhasil mendapat pekerjaan. Ini akan menimbulkan ketegangan sosial dan ledakan sosial.<br />
Bagaimana caranya mengatasi persoalan ini? Kita akan membe¬nahinya dengan reorganisasi universitas dan membagi-bagi tempat belajar yang ada sesuatu dengan kebutuhan ekonomi neo-kapitalis. Di tempat yang memerlukan 100.000 insinyur akan lebih baik jika dikirim 100.000 insinyur daripada 50.000 orang sosiolog atau 20.000 filsuf yang tidak akan mendapat pekerjaan yang layak. Hal seperti inilah yang akan menghentikan pemberontakan mahasiswa.Di bawah ini adalah suatu usaha menempatkan fungsi universitas pada posisi subordinat terhadap kebutuhan langsung dari ekonomi neo-kapitalis dan masyarakat. Hal ini akan menggerakkan ketera¬singan mahasiswa yang makin besar. Jika reformasi-reformasi itu dilakukan maka mahasiswa tidak akan menemukan struktur universi¬tas dan pendidikan yang sesuai dengan keinginan mereka. Mereka bahkan tidak diizinkan memilih karir, bidang studi, dan disiplin ilmu yang mereka kehendaki dan berhubungan dengan keahlian dan kebutuhan mereka. Mereka akan dipaksa menerima pekerjaan, disi¬plin ilmu dan bidang studi yang berhubungan dengan kepentingan penguasa masyarakat kapitalis, dan tidak berhubungan dengan kebutuhan mereka sebagai manusia. Jadi dengan reformasi di uni¬versitas, tingkat alienasi yang lebih tinggi pun akan terjadi. Aku tidak mengatakan bahwa kita harus mengabaikan semua reformasi di dalam universitas. Penting dicari beberapa slogan transisional untuk masalah-masalah universitas, sama seperti kaum Marxis coba mencari slogan-slogan transisional dalam gerakan sosial lain dalam sektor apapun. Misalnya, aku tidak mengerti kenapa slogan &#8220;student power&#8221; tidak dapat diangkat di dalam lingkup universitas. Dalam masyarakat luas slogan ini memang dihindari karena artinya bahwa sebuah minoritas kecil menempatkan dirinya sebagai pemimpin mayoritas masyarakat. Tapi di dalam universitas slogan &#8220;student power&#8221; ini, atau slogan lain yang sejurus dengan ide &#8220;self-management&#8221; oleh massa mahasiswa, jelas punya arti dan valid.<br />
Tapi di sinipun aku akan hati-hati karena banyak persoalan yang membuat universitas berbeda dari pabrik atau komunitas produktif lainnya. Tidak benar, seperti dikatakan sebagian teore¬tisi SDS Amerika, bahwa mahasiswa itu sama dengan buruh. Kebanya¬kan mahasiswa memang akan menjadi buruh atau sudah setengah buruh. Mereka dapat dibandingkan dengan orang yang magang di pabrik karena kedudukan mereka sama &#8211;dari sudut kerja intelektu¬al dengan orang magang di pabrik&#8211; dari sudut kerja manual. Mereka memiliki peranan sosal dan tempat transisional yang khas dalam masyarakat. Karena itu kita harus hati-hati merumuskan slogan tentang transisi ini.<br />
Bagaimanapun, kita tidak perlu memperpanjang perdebatan ini sekarang. Mari kita terima saja gagasan &#8220;student power&#8221; atau &#8220;student control&#8221; sebagai slogan transisional di dalam kerangka universitas borjuis. Tapi sudah jelas bahwa realisasi slogan ini yang tidak akan mungkin bertahan untuk jangka waktu yang lama, tidak akan mengubah akar-akar alienasi mahasiswa karena mereka tidak terletak di dalam universitas itu sendiri, melainkan dalam masyarakat secara keseluruhan. Dan kita tidak akan sanggup mengu¬bah sebuah sektor kecil dalam masyarakat borjuis, dalam hal ini universitas borjuis, dan berpikir bahwa masalah sosial dapat diatasi di segmen tertentu tanpa mengubah masalah sosial dalam masyarakat sebagai keseluruhan.Selama kapitalisme masih ada, maka terus akan ada kerja yang terasing, baik itu kerja manual maupun kerja intelektual. Dan karena itu tetap akan ada mahasiswa yang terasing, seperti apapun aksi-aksi kita menghantam kemapanan dalam lingkup universitas.<br />
Sekali lagi, ini bukan observasi teoretis yang jatuh dari langit. Ini adalah pelajaran dari pengalaman praktek. Gerakan mahasiswa Eropa, paling tidak sayap revolusionernya, telah mela¬lui pengalaman ini di seluruh negara-negara Eropa. Dalam garis besar, gerakan mahasiswa dimulai dengan isyu-isyu kampus dan dengan cepat mulai bergerak keluar batas-batas universitas. Gerakan itu mulai menanggapi masalah-masalah sosial dan politik yang tidak langsung berhubungan dengan apa yang terjadi di dalam universitas. Apa yang terjadi di Kolumbia di mana masalah penin¬dasan komunitas kulit hitam diangkat oleh sejumlah mahasiswa pemberontak mirip dengan apa yang terjadi dalam gerakan mahasiswa Eropa Barat, paling tidak di kalangan elemen yang maju, yang paling peka terhadap masalah-masalah yang dihadapi orang-orang paling tertindas dalam sistem kapitalis dunia.<br />
Mereka terlibat dalam berbagai aksi solidaritas dengan perjuangan pembebasan revolusioner di negara-negara berkembang seperti Kuba, Vietnam dan bagian-bagian tertindas lainnya Dunia Ketiga. Identifikasi bagian-bagian yang paling sadar dalam gerakan mahasiswa di Prancis dengan revolusi Aljazair, dan perjuangan pembebasan Aljazair dari imperialisme Prancis memainkan peranan besar. Ini mungkin kerangka pertama di mana diferensiasi politik yang nyata terjadi di kalangan gerakan mahasiswa kiri. Kalangan mahasiswa yang sama kemudian akan mengambil tempat di depan dalam perjuangan mempertahankan revolusi Vietnamm melawan perang agresi imperialisme Amerika.Di Jerman, simpati kepada orang-orang terjajah dimulai dari titik yang unik. Gerakan protes mahasiswa yang besar dipicu oleh aksi solidaritas dengan buruh, petani dan mahasiswa dari sebuah negara Dunia Ketiga lainnya, yaitu Iran, saat Shah Iran berkun¬jung ke Berlin.<br />
Para mahasiswa pelopor tidak sekadar mengidentifikasikan diri mereka dengan perjuangan di Aljazair, Kuba dan Vietnam: mereka memperlihatkan simpati kepada perjuangan pembebabasan dari apa yang disebut Dunia Ketiga secara keseluruhan. Perkembangannya dimulai dari sini. Di Prancis, Jerman, Italia &#8211;dan proses yang sama sedang berlangsung di Inggris&#8211; tidak akan mungkin memulai aksi yang revolusioner tanpa analisis teori tentang asas dari imperialisme, kolonialisme, dan kekuatan-kekuatan yang mendorong eksploitasi Dunia Ketiga dengan imperialisme, dan di sisi lain, kekuatan yang mendorong perjuangan pembebasan massa yang revolu¬sioner menentang imperialisme.Melalui analisis tentang kolonialisme dan imperialisme kekuatan gerakan mahasiswa Eropa yang paling maju dan terorgani¬sir kembali kepada titik di mana Marxisme dimulai, yakni analisis tentang masyarakat kapitalis dan sistem kapitalis internasional di mana kita hidup. Jika kita tidak memahami sistem ini, kita tidak akan dapat memahami alasan dilakukannya perang kolonial dan gerakan pembebasan di negeri jajahan. Kita juga tidak akan dapat mengerti kenapa kita harus mengikatkan diri kepada kekuatan-kekuatan ini di tingkat dunia.Di Jerman misalnya, proses ini terjadi dalam waktu kurang dari enam bulan. Gerakan mahasiswa dimulai dengan mempertanyakan struktur universitas yang otoriter, dan terus menuju masalah imperialisme dan keadaan Dunia Ketiga, dan dengan menghubungkan diri dengan gerakan pembebasan maja timbul kebutuhan menganalisis kembali neo-kapitalisme di tingkat dunia dan di negeri di mana mahasiswa-mahasiswa Jerman itu bergerak. Mereka kembali kepada titik awal analisis Marxis tentang masyarakat di mana kita hidup untuk memahami alasan-alasan terdalam dari masalah sosial dan perlawanan.<br />
Kesatuan Teori dan Aksi<br />
Dalam proses keseluruhan kesatuan teori dan aksi yang dina¬mis, teori kadang ada di depan aksi dan sewaktu-waktu aksi tampil di depan teori. Bagaimanapun, pada setiap titik keharusan per¬juangan mendesak para aktivis untuk memantapkan kesatuan ini pada tingkat yang lebih tinggi.Untuk memahami proses yang dinamis ini kita harus menyadari bahwa mempertentangkan aksi langsung dengan studi yang mendalam itu sepenuhnya keliru. Saya tersentak ketika mengikuti Konferensi Sarjana Sosialis dan pertemuan lainnya yang saya ikuti di Amerika selama dua minggu terakhir, melihat bagaimana pemisahan teori dan praktek terus dipertahankan. Saya seperti sedang mengikuti perde¬batan di antara orang-orang tuli, di mana sebagian pengunjung mengatakan, &#8220;yang penting aksi! Tidak perlu yang lain, yang penting aksi!&#8221; sementara di pihak lain ada yang mengatakan, &#8220;Tidak, sebelum bisa aksi, kita harus tahu apa yang dikerjakan. Duduk, belajar, dan tulis buku.&#8221; (tepuk tangan)<br />
Jawaban yang jelas dari pengalaman sejarah gerakan revolu¬sioner, bukan hanya dari periode Marxis tapi bahkan dari periode pra-Marxis, adalah kenyataan bahwa keduanya tidak dapat dipisah¬kan (tepuk tangan) Aksi tanpa teori tidak akan efisien atau tidak akan berhasil melakukan perubahan yang mendasar, atau seperti saya katakan sebelumnya, kita tidak dapat membebaskan manusia tanpa sadar. Di pihak lain, teori tanpa aksi tidak akan mendapat watak ilmiah yang sejati karena tidak ada jalan lain untuk mengu¬ji teori kecuali melalui aksi.<br />
Setiap bentuk teori yang tidak diuji melalui aksi bukan teori yang sahih, dan dengan sendirinya menjadi teori yang tidak berguna dari sudut pandang pembebasan manusia. (tepuk tangan) Hanya melalui usaha terus menerus memajukan keduanya pada saat bersamaan, tanpa pemisahan kerja, maka kesatuan teori dan aksi dapat dimantapkan, sehingga gerakan revolusioner tersebut, apapun asal usul maupun tujuan sosialnya, dapat mencapai hasilnya. Dalam hubungannya dengan pemisahan kerja, ada satu hal lain yang membuat saya tersentak, dan benar-benar menyentak karena diajukan dalam satu pertemuan orang-orang sosialis. Pemisahan teori dan aksi yang sudah begitu buruk, kini diberi satu dimensi baru dalam gerakan sosialis ketika dikatakan: di satu pihak ada para aktivis, orang-orang awam yang kerja kasar. Di pihak lain adalah elit yang kerjanya berpikir. Jika elit ini terlibat dalam aksi demonstrasi, maka mereka tidak akan punya waktu berpikir atau menulis buku, dan dengan begitu maka ada elemen berharga dalam perjuangan yang akan hilang.<br />
Saya katakan bahwa setiap pernyataan yang menyebut adanya pemisahan kerja manual dan kerja pikiran di dalam gerakan revolu¬sioner, yang memisahkan barisan aksi yang kerja kasar dan elit yang kerja pikiran, secara mendasar bukan pernyataan sosialis. Pernyataan itu bertentangan dengan salah satu tujuan utama dari gerakan sosialis, yang ingin mencapai penghapusan pemisahan kerja manual dan intelektual (tepuk tangan) bukan hanya dalam organisa¬si tapi, lebih penting lagi, dalam masyarakat secara keseluruhan. Orang-orang sosialis revolusioner pada 50 atau 100 tahun yang lalu belum dapat melihat hal ini dengan jelas, seperti kita sekarang ini, saat sudah ada kemungkinan obyektif untuk mencapai tujuan itu. Kita sudah memasuki satu proses teknologi dan pendi¬dikan yang memungkinkan tercapainya hal itu. Salah satu pelajaran berharga yang harus kita ambil dari kemunduran Revolusi Rusia, adalah jika pemisahan antara kerja manual dan kerja intelektual dipertahankan pada masyarakat yang sedang dalam transisi dari kapitalisme menuju sosialisme dalam bentuk lembaga, maka hasilnya pasti meningkatkan birokrasi dan menciptakan ketimpangan baru dan bentuk-bentuk penindasan manusia yang tidak sesuai dengan kemakmuran sosialis. (tepuk tangan)<br />
Jadi kita harus mulai dengan menghapus sebisa mungkin setiap gagasan tentang pemisahan kerja manual dan kerja pikiran dalam gerakan revolusioner. Kita harus bertahan bahwa tidak akan ada teoretisi yang baik jika tidak terlibat dalam aksi, dan tidak akan ada aktivis yang baik jika tidak dapat menerima, memperkuat dan memajukan teori. (tepuk tangan)<br />
Gerakan mahasiswa Eropa telah mencoba mencapai hal ini sampai tingkat tertentu di Jerman, Prancis dan Italia. Di sana muncul pemimpin-pemimpin mahasiswa agitator yang juga dapat, jika diperlukan, membangun barikade dan bertempur mempertahankannya, dan pada saat yang dapat menulis artikel bahkan buku teoretis dan berdiskusi dengan sosiolog terkemuka, ahli politik dan ekonomi dan mengalahkan mereka dalam bidang ilmu mereka sendiri. (tepuk tangan) Hal ini makin memperkuat keyakinan bukan hanya tentang masa depan gerakan mahasiswa tapi juga tentang masa ketika orang-orang ini sudah berhenti menjadi mahasiswa, dan harus berjuang di bidang lain.<br />
Perlunya Organisasi Revolusioner<br />
Sekarang saya ingin berbicara tentang aspek lain dari kesat¬uan teori dan aksi yang sudah menjadi perdebatan dalam gerakan mahasiswa Eropa dan Amerika Utara. Saya secara pribadi yakin bahwa tanpa organisasi yang revolusioner, bukan suatu formasi yang longgar tapi sebuah organisasi yang serius dan permanen sifatnya, maka kesatuan teori dan praktek tidak akan bertahan lama. (tepuk tangan)<br />
Ada dua alasan. Yang pertama berhubungan dengan asas dari mahasiswa sendiri. Status kemahasiswaan, hanya berlaku untuk jangka waktu yang singkat, tidak seperti buruh. Ia bisa menetap di universitas selama empat, lima, enam tahun, dan tidak ada yang dapat memperkirakan apa yang terjadi setelah ia meninggalkan universitas. Pada kesempatan ini saya sekaligus ingin menjawab salah satu argumen demagogis yang telah digunakan sejumlah pemim¬pin partai-partai komunis di Eropa yang menentang perlawanan mahasiswa. Dengan nada sinis mereka mengatakan: &#8220;Siapa mahasiswa-mahasiswa itu? Hari ini mereka berontak, besok mereka akan menja¬di bos yang menindas kita. Kita tidak perlu memperhitungkan aksi-aksi mereka dengan serius.&#8221;<br />
Ini adalah argumen yang tolol karena tidak mempertimbangkan transformasi revolusioner dari peranan lulusan universitas sekar¬ang ini. Jika mereka melihat angka-angka statistik, maka mereka akan tahu bahwa hanya sebagian kecil dari lulusan universitas yang bisa menjadi kapitalis atau agen-agen langsung dari para kapitalis ini. Apa yang mereka khawatirkan mungkin saja menjadi kenyataan jika jumlah lulusan itu hanya 10.000, 15.000 atau 20.000 orang dalam satu tahun. Tapi sekarang ada satu juta, empat juta, lima juta mahasiswa, dan tidak mungkin kebanyakan dari mereka akan menjadi kapitalis atau manejer perusahaan karena tidak ada lowongan sebanyak itu untuk mereka.<br />
Argumen demagogis ini ada benarnya. Lingkungan akademis memang memiliki konsekuensi tertentu terhadap tingkat kesadaran sosial dan aktivitas politik seorang mahasiswa. Selama ia tetap di universitas, maka lingkungannya mendukung aktivitas politik. Ketika ia meninggalkan universitas, lingkungan ini tidak ada lagi di sekelilingnya, dan ia makin mudah ditekan oleh ideologi dan kepentingan borjuasi atau borjuasi kecil (petty-bourgeoisie). Ada ancaman bahwa ia akan melibatkan dirinya dalam lingkungan sosial yang baru ini, apapun bentuknya. Ada kemungkinan terjadinya proses mundur ke posisi intelektual reformis atau liberal kiri yang tidak lagi berhubungan dengan aktivitas revolusioner.<br />
Penting untuk mempelajari sejarah SDS Jerman, yang dalam hal ini adalah gerakan mahasiswa revolusioner yang paling tua di Eropa. Setelah dikeluarkan dari kalangan Sosial Demokrat Jerman sembilan tahun yang lalu satu generasi mahasiswa SDS yang militan meninggalkan universitas. Setelah beberapa tahun, dengan tidak adanya organisasi revolusioner, kebanyakan orang-orang militan ini, terlepas dari keinginan mereka untuk tetap teguh dan menjadi aktivis sosialis, tidak aktif lagi dalam politik dari sudut pandang revolusioner. Jadi, untuk memelihara kelanjutan aktivitas revolusioner ini, kita harus punya organisasi yang lebih luas jangkauannya dari organisasi mahasiswa biasa, sebuah organisasi di mana mahasiswa dan bukan mahasiswa dapat bekerja sama.Dan ada alasan yang lebih penting lagi, di balik kepentingan kita memiliki satu organisasi partai. Karena tanpa organisasi semacam itu, tidak akan dapat dicapai kesatuan aksi dengan kelas buruh industri, dalam pengertian yang paling umum sekalipun. Sebagai Marxis, saya tetap yakin bahwa tanpa aksi kelas buruh tidak akan mungkin masyarakat borjuis ini ditumbangkan dan itu berarti tidak mungkin juga dibangun masyarakat sosialis. (tepuk tangan)<br />
Di sini sekali lagi kita lihat bagaimana pengalaman gerakan mahasiswa, pertama di Jerman, lalu Prancis dan Italia, sudah berhasil mencapai kesimpulan teoretis tersebut dalam praktek. Diskusi yang sama tentang relevan atau tidaknya kelas buruh industri bagi aksi revolusioner dilakukan setahun atau bahkan enam bulan yang lalu di negara-negara seperti Jerman dan Italia.Masalah ini ditempatkan dalam praktek bukan hanya oleh peristiwa revolusioner selama Mei-Juni 1968 di Prancis, tapi juga oleh aksi bersama mahasiswa di Turin dengan buruh Fiat di Italia. Ini juga diperjelas dengan usaha-usaha sadar dari SDS Jerman untuk melibatkan bagian dari kelas buruh di dalam agitasi mereka di luar universitas menentang perusahaan penerbit Springer dan kampanyenya dalam mencegah diberlakukannya undang-undang darurat yang akan mencegah kebebasan sipil.<br />
Pengalaman seperti ini mengajarkan gerakan mahasiswa di Eropa Barat bahwa mereka harus menemukan jembatan dengan kelas buruh industri. Masalah ini memiliki sejumlah aspek yang berbeda dengan tingkatan yang berbeda pula. Ada masalah programatik yang tidak dapat saya jabarkan sekarang. Hal yang diungkapkan di sini adalah bagaimana mahasiswa dapat mendekati buruh, bukan sebagai guru, karena buruh tentunya menolak hubungan seperti itu, tapi dengan cara masuk ke dalam lapangan kepentingan yang sama. Terutama diuraikan masalah organisasi partai. Selain penga¬laman kalah beberapa kali untuk membangun kolaborasi di tingkat rendahan dalam aksi-aksi langsung antara sejumlah kecil mahasiswa dan sejumlah kecil buruh, setelah tiga sampai delapan bulan, persekutuan itu akan hilang. Bahkan jika kalian memulai lagi dari awal, dan saat keseimbangan sudah tercapai, maka sedikit saja yang tersisa.<br />
Kegunaan organisasi revolusioner yang permanen adalah untuk menyediakan integrasi timbal balik antara mahasiswa dan perjuan¬gan kelas buruh oleh para pelopornya secara terus menerus. Ini bukan sekadar kesinambungan yang sederhana dalam batas waktu tertentu, tapi sebuah kelanjutan ruang antara kelompok-kelompok sosial yang berbeda yang memiliki tujuan sosialis revolusioner yang sama.Kita harus kritis melihat apakah integrasi seperti ini memang mungkin secara obyektif. Melihat pengalaman di Prancis, Italia, dan sejumlah negara Eropa Barat lainnya, maka dengan mudah kita bisa bilang ya. Dan garis inipun dapat dipertahankan di Amerika Serikat. Dengan alasan-alasan historis yang juga tidak dapat saya uraikan sekarang, sebuah situasi khusus muncul di Amerika Serikat di mana mayoritas kelas buruh, yakni kelas buruh kulit putih, belum menerima gagasan sosialis tentang aksi revolu¬sioner. Ini fakta yang tidak dapat ditandingi.<br />
Tentu saja hal ini dengan cepat dapat berubah. Sejumlah orang berpendapat seperti itu di Prancis, hanya beberapa minggu sebelum tanggal 10 Mei 1968. Namun, bahkan di Amerika Serikat, ada minoritas dalam kelas buruh industri yang penting, yaitu buruh kulit hitam. Tak seorangpun bisa mengatakan bahwa setelah dua tahun terakhir mereka tidak dapat menerima gagasan sosialis atau tidak mampu menjalankan aksi revolusioner. Di sini paling tidak ada kemungkinan langsung terjadinya kesatuan antara teori dan praktek di sebagian kalangan kelas buruh.<br />
Sebagai tambahan, kiranya penting untuk menganalisa kecen¬derungan sosial dan ekonomi yang dalam jangka panjang akan meng¬guncang ketidakpedulian politik yang platen dan konservatisme kelas buruh kulit putih. Pelajaran dari Jerman dengan lingkungan yang sangat mirip membuktikan bahwa hal itu mungkin terjadi. Beberapa tahun lalu di kalangan kelas buruh di Jerman mengendap stabilitas, konservatisme, dan integrasi masyarakat kapitalis yang tidak terguncang, sama seperti Amerika Serikat di mata banyak orang sekarang ini. Hal ini sudah mulai berubah. Kasus ini memperlihatkan bahwa pergeseran kecil di dalam perimbangan kekua¬tan, yaitu penurunan tingkat ekonomi, dan serangan dari pengusaha terhadap struktur serikat buruh tradisional dan hak-hak dapat menciptakan ketegangan sosial yang mampu mengubah banyak hal.<br />
Tugas saya di sini tidak lebih dari memberi informasi kepada kalian tentang masalah-masalah perjuangan kelas kalian sementara tugas kalian adalah menyadari bahwa kalian harus bergabung dengan buruh. Saya hanya akan menunjukkan satu di antara sekian banyak saluran tempat kesadaran sosialis dan aktivitas revolusioner dapat menghubungkan mahasiswa dan buruh, seperti ditunjukkan bukan hanya oleh Eropa Barat tapi juga oleh Jepang. Rangkaian penghubung ini adalah pemuda dari kalangan kelas buruh. Sebagai konsekuensi dari perubahan teknologi selama beberapa tahun terak¬hir yang mempengaruhi struktur kelas buruh, sistem pendidikan borjuis tidak dapat mempersiapkan buruh-buruh muda, atau sebagian dari buruh muda ini, untuk memainkan peran baru dalam teknologi yang telah berubah bahkan dari sudut pandang para kapitalis sendiri. Amerika Serikat adalah contoh yang jelas tentang kehan¬curan total dari pendidikan bagi buruh muda berkulit hitam yang tingkat penganggurannya sama tinggi seperti tingkat rata-rata pengangguran seluruh kelas buruh di masa depresi. Kenyataan ini memperlihatkan apa yang tengah terjadi di kalangan pemuda kulit hitam negeri itu. Ini hanyalah ekspresi dari kecenderungan umum yang mendikte kepekaan ekstrem terhadap segala sesuatu yang terjadi di kalangan muda. Kebusukan dan kemacetan sistem sosial sekarang ini jelas menunjukkan ketidakberpihakan para penguasanya kepada kaum muda. Para penguasa Prancis selama peristiwa Mei tidak membeda-bedakan antara mahasiswa, pegawai dan buruh muda. Mereka memperlakukan semuanya sebagai musuh.Contoh kongkret dari ini adalah insiden di Flins ketika terjadi demonstrasi besar. Setelah seorang anak sekolah dibunuh oleh polisi muncul kegelisahan besar. Polisi bergerak masuk dan mulai memerika para demonstran, memerika kartu identitas orang-orang yang lewat. Setiap orang yang berusia di bawah 30 tahun ditangkap karena dianggap potensial sebagai pemberontak, sebagai orang yang akan bergerak menghantam polisi. (tepuk tangan)<br />
Jika kalian secara seksama membaca buku-buku sekarang, industri film dan bentuk-bentuk refleksi kenyataan sosial yang lain di dalam suprastruktur budaya selama lima atau sepuluh tahun terakhir, kalian akan lihat bahwa di samping semua pembicaraan yang palsu tentang kenakalan remaja, kaum borjuis telah menggam¬barkan jenis pemuda yang dihasilkan sistemnya dan juga semangat memberontak dari kaum muda. Ini tidak terbatas bagi mahasiswa atau kelompok minoritas seperti orang kulit hitam di Amerika Serikat. Ini juga berlaku bagi buruh-buruh muda.Kiranya perlu dipelajari apa yang ada lingkungan buruh-buruh muda karena perjuangan memenangkan mereka kepada kesadaran sosia¬lis, kepada gagasan-gagasan revolusi sosialis kelihatannya pent¬ing bagi negeri-negeri Barat selama sepuluh sampai limabelas tahun mendatang. Jika kita berhasil mengangkat kaum muda yang terbaik menjadi sosialis revolusioner &#8211;saya pikir ini sudah mulai dilakukan di negeri-negeri Eropa Barat&#8211; kita bisa yakin tentang kemajuan gerakan kita. Jika kemungkinan ini lepas dan kebanyakan orang muda berpihak ke kalangan ekstrem kanan, maka kita akan kalah dalam perjuangan yang menentukan dan akan masuk ke dalam liang kubur bersama sosialis Eropa dan gerakan revolusioner di tahun 1930-an.<br />
Persatuan teori dan praktek juga berarti bahwa serangkaian gagasan kunci dari gerakan sosialis dan tradisi revolusioner telah ditemukan kembali sekarang. Aku tahu bahwa sebagian orang dalam gerakan mahasiswa di Amerika Serikat ingin menciptakan sesuatu yang sama sekali baru. Aku sepenuh hati setuju dengan setiap usulan yang menginginkan sesuatu yang lebih baik, karena apa yang telah dicapai oleh generasi-generasi sebelumnya juga kurang meyakinkan dari sudut pandang pembangunan masyarakat sosialis. Tapi penting juga aku utarakan peringatan. Jika kalian menyangka sedang menciptakan sesuatu yang baru, yang sebenarnya sedang dilakukan adalah mundur ke masa lalu yang jauh lebih terbelakang dari masa lalu Marxisme.<br />
Semua gagasan baru yang dimajukan dalam gerakan mahasiswa di Eropa selama tiga atau empat tahun terakhir, dan menjadi populer di kalangan mahasiswa Amerika Serikat, sebenarnya sudah sangat tua umurnya. Alasannya sangat sederhana. Kecenderungan logis dari evolusi sosial dan kecenderungan kritik sosialis dikembangkan dalam jalur para pemikir besar abad 18 dan 19. Terlepas dari kalian suka atau tidak, hal itu memang benar, dan berlaku bagi ilmu sosial sekaligus ilmu alam yang rangkaian hukumnya dicipta¬kan di masa lalu. Jika kalian ingin mengembangkan kecenderungan baru, kalian harus maju dari landasan yang merupakan hasil ter¬baik dari generasi-generasi sebelumnya. Keinginan untuk senantiasa menciptakan sesuatu yang baru hanyalah satu aspek awal dari radikalisme mahasiswa. Ketika gerakan sudah berkembang menjadi besar dan bisa memobilisasi massa yang besar maka yang akan terjadi adalah sebaliknya seperti ditunjukkan para sosiologis Prancis ketika melihat kejadian bulan Mei 1968. Saat itu massa mahasiswa revolusioner yang luas ber¬juang menemukan kembali tradisi sejarah dan akar-akar historis mereka. Mereka seharusnya sadar bahwa mereka akan lebih kuat jika mengatakan: perjuangan kami adalah perpanjangan dari perjuangan untuk kebebasan yang dimulai 150 tahun lalu, atau bahkan 2.000 tahun lalu ketika budak-budak pertama memberontak terhadap tuannya. Ini akan jauh lebih meyakinkan daripada mengatakan: kami melakukan sesuatu yang sama sekali baru yang terputus dari sejar¬ah dan terisolasi dari keseluruhan masa lalu seakan masa lalu tidak pernah mengajarkan apa-apa kepada kita dan tidak ada yang dapat kita pelajari dari itu. (tepuk tangan)<br />
Masalah ini akhirnya akan membawa aktivis mahasiswa kembali pada beberapa konsep historis dasar dari sosialisme dan Marxisme. Kita telah melihat bagaimana gerakan mahasiswa di Prancis, Jer¬man, Italia dan sekarang Inggris kembali kepada gagasan-gagasan revolusi sosialis dan demokrasi buruh. Bagi seseorang seperti saya, sangat menggembirakan melihat bagaimana gerakan revolusion¬er Prancis mempertahankan hak kebebasan berbicara, dan menghu¬bungkannya dengan tradisi terbaik dari sosialisme. Pertemuan kalian sekarang ini juga memperbarui kembali tradisi internasion¬alisme dari sosialisme lama dan Marxisme ketika kalian bilang bahwa perlawanan mahasiswa bersifat mendunia dan bahwa gerakan mahasiswa itu bersifat internasional. Ini adalah internasionalisme yang sama, dengan akar-akar dan tujuan yang sama seperti internasionalisme dari sosialisme, sama seperti internasionalisme dari kelas buruh. Masalah-masalah internasional yang dihadapi adalah masalah solidaritas dengan kawan-kawan kita di Meksiko, Argentina dan Brasil yang memimpin perjuangan besar, yang mengangkat revolusi Amerika Latin ke tingkat lebih tinggi setelah menderita kekalahan karena kepemim¬pinan yang buruh, reaksi internal dan represi imperialis selama tahun-tahun belakangan ini. Kita harus menyanjung kekuatan maha¬siswa-mahasiswa Mexico. (tepuk tangan) Dalam beberapa hari mereka telah mengubah situasi politik secara mendasar di negeri itu dan membuang topeng demokrasi palsu yang dipasang pemerintah Mexico untuk menerima jutaan dolar dari penonton-penonton Olimpiade. Sekarang setiap orang yang menonton Olimpiade akan tahu bahwa ia telah mengunjungi negeri di mana para pemimpin serikat buruh kereta apinya ditahan bertahun-tahun setelah masa tahanan mereka berakhir; negeri di mana banyak pemimpin politik kalangan kiri dipenjara bertahun-tahun tanpa pengadilan, di mana pemimpin mahasiswa dan ribuan milisi mahasiswa ditahan di penjara tanpa landasan hukum. Protes mereka yang heroik memiliki konsekuensi bagi masa depan politik Meksiko dan perjuangan kelas di negeri itu. (tepuk tangan)<br />
Penting juga kiranya mengutarakan beberapa patah kata ten¬tang mahasiswa tahanan di negeri-negeri semi kolonial lainnya, yang tidak pernah dibicarakan orang, seperti pemimpin mahasiswa Kongo yang telah ditahan selama hampir satu tahun karena mengor¬ganisir sebuah demonstrasi kecil menentang perang Vietnam ketika wakil presiden Humphrey bertandang ke sana. Kita tidak boleh lupa bahwa pemimpin-pemimpin mahasiswa Tunisia yang ditahan selama dua belas tahun dengan alasan yang sama, memimpin sebuah demonstrasi. Duabelas tahun di penjara! Kita harus menyadarkan masyarakat agar kejahatan penindas seperti ini tidak akan terlupakan.<br />
Akhirnya, kita tidak boleh lupa perjuangan melawan intervensi Amerika Serikat di Vietnam, yang tetap menjadi perjuangan utama di dunia sekarang ini. Dengan dimulainya negosiasi itu di Paris, tidak berarti bahwa tidak ada yang dapat kita lakukan untuk membantu perjuangan kawan-kawan kita di Vietnam. Untuk itu, saya mengajak kalian ikut dalam aksi dunia yang dimulai oleh gerakan mahasiswa Jepang, Zengakuren, Federasi Mahasiswa Revolu¬sioner Inggris bersama dengan Kampanye Solidaritas Vietnam, dan Komite Mobilisasi Mahasiswa di sini. Ini adalah Minggu Solidaritas untuk revolusi Vietnam, dari tanggal 21 sampai 27 Oktober. Minggu ini ratusan ribu mahasiswa, buruh muda dan revolusioner muda akan turun ke jalan bersamaan untuk mencapai tujuan-tujuan yang diajukan kawan-kawan Vietnam! Perlihatkan pada dunia bahwa di Amerika Serikat ada ratusan ribu orang yang menginginkan penarikan kembali pasukan Amerika dari Vietnam. Itu pasti akan berhasil. (terputus oleh tepuk tangan)***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gmscrb.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gmscrb.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gmscrb.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gmscrb.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gmscrb.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gmscrb.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gmscrb.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gmscrb.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gmscrb.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gmscrb.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gmscrb.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gmscrb.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gmscrb.wordpress.com&blog=2279913&post=55&subd=gmscrb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/07/gerakan-mahasiswa-revolusioner-teori-dan-praktek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/541ed8add3abc677cc8a80490cf97ea1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gmscrb</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>